Revenge Final Chapter

nyimasRDA - revenge 7

cast revengeds

Title: Revenge Chapter seven

Author: nyimasRDA

Rating: G

Genre: romance, sad, friendship, action, family.

Length: Chaptered

Main Cast:

– Park Jiyeon

– Lee Jonghyun

Other Cast:

– Jung Yonghwa

– Park Shinhye

– Kang Min Hyuk

– Kim Momo (OC)

– Kim Hyuna

– Jang Hyunseung

– Other

Note: cerita ini aku buat setelah mendapatkan mimpi, gak tau kenapa malah jadi inspirasi nulis FF gak jelas kayak gini. Semua yang aku tulis semuanya hasil pemikiran aku. Maaf untuk kesalahan kata yang gak sengaja aku tulis. Sebelumnya aku minta maaf karena ada sedikit kesalahan. Shinhye sudah koma 7 tahun dan ia bertunangan dengan Yonghwa sudah dua tahun. Mianhe kalau kalian agak bingung, hehe.

-oOo-

Aku bersumpah akan membunuh mereka yang membuat hidupku seperti ini, aku bersumpah akan menghabisi siapapun yang menembakkan peluru itu pada kedua orang tuaku dan membuat kakakku terbaring koma selama bertahun-tahun. Aku bersumpah akan membalaskan semuanya dan aku akan melakukan apapun untuk itu ~ PJY

-oOo-

  Baca lebih lanjut

Revenge Six

nyimasRDA - revenge 6

cast revengeds

Title: Revenge Chapter five

Author: nyimasRDA

Rating: G

Genre: romance, sad, friendship, action.

Length: Chaptered

Main Cast:

– Park Jiyeon

– Lee Jonghyun

Other Cast:

– Jung Yonghwa

– Park Shinhye

– Kang Min Hyuk

– Kim Momo (OC)

– Kim Hyuna

– Jang Hyunseung

– Other

Note: cerita ini aku buat setelah mendapatkan mimpi, gak tau kenapa malah jadi inspirasi nulis FF gak jelas kayak gini. Semua yang aku tulis semuanya hasil pemikiran aku. Maaf untuk kesalahan kata yang gak sengaja aku tulis. Sebelumnya aku minta maaf karena ada sedikit kesalahan. Shinhye sudah koma 7 tahun dan ia bertunangan dengan Yonghwa sudah dua tahun. Mianhe kalau kalian agak bingung, hehe.

-oOo-

Aku bersumpah akan membunuh mereka yang membuat hidupku seperti ini, aku bersumpah akan menghabisi siapapun yang menembakkan peluru itu pada kedua orang tuaku dan membuat kakakku terbaring koma selama bertahun-tahun. Aku bersumpah akan membalaskan semuanya dan aku akan melakukan apapun untuk itu ~ PJY

-oOo-

 

Shinhye memandang vigura yang menampilkan empat orang tersenyum ceria, wajahnya tiba-tiba berubah menjadi muram saat melihat pantulan dirinya ketika masih berusia belasan. Senyum getir terpatri di wajah cantiknya dan sedetik kemudian sebulir air mata mengalir begitu saja dipipi pucatnya.

“Shinhye-ya, eodisseo?”panggil seorang namja yang Shinhye yakini adalah sosok Yonghwa.

“Ah yeogi waseyo.”jawab Shinhye sambil menghapus air matanya. “Jibeisseo (Kau sudah pulang)?”

“Hmm, kau lama menunggu?”tanya Yonghwa yang hanya dijawab senyuman oleh Shinhye. “Mian, ada hal mendesak di kantor, jadi aku pulang terlambat. Kau sudah makan?”

“Aku menunggumu pulang.”

“Yya, seharusnya kau makan saja duluan tidak perlu menungguku. Kau ini masih sakit Shinhye-ya, bagaimana kalau keadaanmu kembali buruk, eoh? Aku tidak ingin tunang….”

“Eoh? Tunang?”

“A-anni, maksudku, aku tidak ingin Kakak dari si cerewet Jiyeon itu sakit, bisa-bisa aku dimarahi olehnya.”jawab Yonghwa gugup.

“Begitu?”

“Ne, hehehe.”

“Sudahlah, lebih baik kau mandi dulu, aku akan menyiapkan makanan.”ujar Shinhye sedih.

‘Bukankah aku tunanganmu? Kenapa kau tak mengingatnya?’ujar seseorang dalam hatinya.

-oOo-

Jiyeon memandang lurus sesosok namja tampan berpakaian serba hitam dihadapannya, wajahnya menampilkan keterkejutan yang sangat jelas sementara Jonghyun memandang kesal wajah yeoja yang dicintainya itu.

“Annyeong Yoon Doo Joon imnida, bangapseumnida.”ujar namja yang sejak tadi diperhatikan oleh Jiyeon.

Jonghyun memandang curiga Doo Joon, seolah namja itu menyimpan segudang misteri tersendiri. Matanya menatap lurus Doo-Joon, sementara yang ditatap hanya tersenyum ceria.

“Yya Oppa! Bagaimana bisa kau tak mengatakan kalau kau akan bekerja sama dengan kami, eoh?”kesal Jiyeon memandang wajah Doo- oon yang kini membuka jas hitamnya, menunjukkan seragam kepolisian yang sama dengan polisi lainnya.

“Mianhe, aku hanya ingin memberikan kejutan untukmu.”ujar Doo Joon singkat.

“Aish! Kau selalu beralasan.”

“Mianhe Jiyeon-a.”

Namja itu, Yoon Doo Joon merupakan seorang namja yang tak sengaja Jiyeon kenal ketika dirinya dan Hyuna ditugaskan di London. Doo Joon merupakan namja yang tegas. Saat itu, Doo Joon yang mendampingi dirinya, Hyuna dan pasukan yang lain dalam memburu seorang mafia narkoba di London. Jiyeon benar-benar tidak menyangka kalau namja itu ternyata sahabat dari Yonghwa, tunangan Shinhye.

“Kau tidak mengatakan apapun saat pertemuan kita kemarin lusa!”

“Ini kejutan untukmu, aku juga baru tahu dari Yonghwa tadi pagi, kalau kau dan aku akan bekerja sama dalam misi ini.”

Flasback on

“Yoon Doo Joon?”tanya Jiyeon saat melihat seorang namja tengah berdiri tegap di belakang kursi Jonghyun.

“Yya! Bagaimana bisa kau memanggil namaku tanpa kata Oppa, eoh?”

“Hahaha Oppa, benarkah ini dirimu?”

“Ne! kau fikir siapa lagi namja tampan ini, eoh?”

“Mianhe Oppa, aku sedikit tidak mengenalmu. Keunde, kau sudah kembali ke Korea?”tanya Jiyeon dengan wajah lucunya.

“Hmm, aku ada sedikit pekerjaan disini. Kau sendiri, apa sudah menetap disini?”

“Ne Oppa, aku memutuskan untuk kembali.”

“Lalu, dimana si lucu Hyuna?”

“Dia bekerja bersama denganku, Oppa.”

“Geure, hmm, namja ini nuguya?”

“Ah mianhe Oppa, aku lupa memperkenalkannya. Yeogi, Jonghyun Oppa. Oppa perkenalkan, igeo Doo Joon Oppa, Sunbae ku saat di London.”

“Lee Jonghyun imnida.”ujar Jonghyun berusaha terlihat ramah.

“Yoon Doo Joon imnida. Eoh Jiyeonnie-ya, namjachingu mu?”

“Aish Oppa!”

“Haha, aku hanya bercanda. Jiyeon-nie, aku harus pergi kesuatu tempat, aku permisi, ne?”

“Ne Oppa, kalau kau sempat hubungi aku, ne.”

“Ne!”

Flashback off

“Ahjussi, jadi kau yang akan menemaniku dimisi kali ini?”tanya seorang yeoja berusia belasan dengan wajah polosnya sementara namja yang ditanya hampir tertawa karena wajah lucunya.

“Yya, jangan panggil aku ahjussi, ne. kau bisa memanggilku Oppa sama seperti yang lainnya.”

“Mianhe ahjussi, tapi aku tak terbiasa bersikap sok ramah dengan seseorang yang baru aku kenal.”

“Kim Momo! Jangan bicara kasar seperti itu pada Doo Joon Oppa.”tegur yeoja lain dengan suara manjanya.

“Wae, kenapa aku harus bersikap baik padanya?”

“Iss! Kau ini.”

“Ya Eonnie appo!!”teriak Momo sambil mengelus puncak kepalanya.

“Hyuna-a, jangan bersikap kasar pada adikmu.”tegur Yonghwa memperhatikan sikap keduanya.

“Jangan selalu membela si manja ini, Oppa.”

“Yya! Aku tidak manja!”marah Momo.

“Keumanhe, jangan bertengkar lagi.”

“Jiyeon benar, sebaiknya kalian jangan bertengkar lagi dan memfokuskan diri pada penyelidikan kasus kali ini.”

-oOo-

Seorang namja terlihat sedang memperhatikan sekelompok orang yang kini sedang berkumpul, senyum meremehkan terlihat jelas di wajah namja itu. Matanya menatap lurus pada serombongan itu, kemudian ia terlihat berbincang dengan seseorang.

“Ye, aku akan menjalankan tugas dengan baik. Aku akan mengawasi gerak-gerik tim kejahatan Cyber dan juga tim kejahatan kriminal terutama Park Jiyeon.”ujar namja itu menjawab semua instruksi dari seseorang.

-oOo-

“Doo Joon, kau sudah bersama Momo?”tanya seseorang melalui sambungan rahasia.

Namja bernama Doo Joon mengalihkan perhatiannya, memandang sekitar kemudian menjawab pertanyaan yang ia dengar.

“Ne, aku sudah bersama Momo.”

“Kerja bagus, terus awasi Momo dan juga pergerakan PSY.”

“Ye arraso.”jawab namja bernama Doo Joon melalui headphone yang terpasang di telinganya kemudian tersenyum sinis.

“Neo, Yoon Doo Joon?”tanya seseorang yang datang menemui Doo Joon.

“Ye, naneun Yoon Doo Joon imnida.”ujar Doo Joon membungkukkan tubuhnya.

“Mulai saat ini kau akan bekerja untuk tuan PSY, tugas utamamu adalah menjaga serta mengawasi pergerakan nona Momo, jangan biarkan orang lain berhubungan dengannya selain tuan PSY dan nona Hyuna. Arraso!”

“Ye Arraseumnida!”

“Bagus, temuilah nona Momo, ia sedang menunggu kedatanganmu dengan tuan PSY.”

“Ye.”

Doo Joon melangkah dengan pasti, namja tampan ini menuju ujung koridor sebuah rumah yang cukup besar. Alat pengintai sudah terpasang di jam tangannya, serta kamera yang siap merekam semua gerak-geriknya kini sudah menyala di kancing bajunya. Jas serba hitam yang ia kenakan membuatnya semakin terlihat tampan. Doo Joon mengetuk perlahan pintu ruang pribadi PSY, kemudian memutar kenop pintu ketika terdengar perintah yang mempersilahkan dirinya masuk ke dalam.

“Kau Doo Joon?”tanya PSY ketika melihat Doo Joon yang membungkukkan tubuhnya.

“Ye, nan Yoon Doo Joon yang akan mengabdikan seluruh hidupku untuk melayani tuan.”

“Aish! Bagaimana bisa kau memilih namja yang lebih tampan, eoh?!”teriak PSY pada salah satu namja berpakaian serba hitam.

“Ne? Jeosonghabnida tuan, keunde, hanya Doo Joon yang memenuhi kriteria yang tuan berikan.”ujar namja yang tadi dibentak oleh PSY.

“Tuan, tenanglah. Tidak masalah jika pengawal pribadiku lebih tampan, bukankah aku dibeli untuk melayanimu? Kau tidak mempercayaiku?”tanya Momo berusaha membuat PSY lebih tenang.

“Yya yeobo, kenapa bicara seperti itu, eoh? Aku tidak membelimu, aku, hanya memberikan hal yang sepantasnya untuk pemilikmu terdahulu.”ujar PSY yang membuat Momo mual seketika.

-oOo-

Jiyeon terlihat serius dengan headphone di telinganya, yeoja cantik ini terus memperhatikan apa saja yang di dengarnya melalui alat penyadap di jam tangan Doo Joon. Wajahnya yang serius membuat dirinya terlihat semakin cantik.

“Yya, makanlah dulu.”ujar seseorang yang sejak tadi memperhatikan Jiyeon.

“Aku tidak lapar , Oppa.”

“Tapi kau tetap harus makan, kalau begini terus, kau bisa sakit Yeonnie-ya.”

“Suapi aku.”ujar Jiyeon manja.

“Ei, jangan manja!”jawab namja itu dengan wajah yang bersemu merah.

“Yya yya yya, kenapa wajahmu memerah begitu, eoh? Kau malu?”ledek Jiyeon.

“A-anniyo! Aku tidak memerah.”elak namja itu.

“Jonghyun Oppa. Kulitmu yang sangat putih itu menampilkan warna kemerahan yang menggemaskan, kau tahu.”

“Aku tidak memerah!”tegas Jonghyun membuat Jiyeon semakin tertawa lebar. “Yya Park Jiyeon!”

“Wae?”jawab Jiyeon setelah berhasil menghentikan tawanya.

“Ayo kita berkencan.”ujar Jonghyun cepat yang berhasil membuat Jiyeon berhenti tertawa.

“M-mwo?”

“Aku bilang, ayo kita berkencan.”

-oOo-

“Detektif Lee, apa detektif Park Seung Won sudah menghubungimu?”tanya So Ji Sub.

“Belum sajangnim, sudah satu bulan ini dia tidak menghubungiku.”ujar Kwang Soo.

“Apa tidak lebih baik kita mengatakan pada Jiyeon yang sebenarnya? Tentang Ayahnya yang masih hidup?”tanya Jung Shin Woo pelan.

“Detekif Jung benar, aku sungguh tidak tega melihat anak itu menderita, terlebih lagi Shinhye yang kehilangan ingatannya.”Lee Kwang Soo pun memberikan argumentnya.

“Keunde, jika mereka sampai tahu, maka mereka bisa membunuh detektif Park, kita sudah beruntung mereka tidak tahu kalau detektif Park sering menghubungi kita.”

“Sajangnim benar, kita harus bersabar sedikit lagi. Jika Momo dan Doo Joon berhasil, kita akan semakin mendekati Red Wolf.”

-oOo-

“Eonnie, mereka akan melakukan pergerakkan, hari jumat jam sepuluh malam, mereka akan memindahkan gadis-gadis ini.”bisik Momo pelan.

“Momo-chan, yeobo! Dimana kau?”teriak seorang namja pelan.

“Aku di kamar mandi tuan, sebentar lagi aku keluar.”teriak Momo lagi.

“Kemana mereka akan membawa gadis-gadis itu?”tanya Hyuna.

“Molla, aku belum mendapatkan informasi lebih, aku akan memberitahu kalian jika sudah jelas.”

“Momo, jaga dirimu, ne, tetaplah waspada.”ujar Hyuna pelan.

“Ne Eonnie, aku akan selalu berhati-hati.”

“Chagi, jangan biarkan si tua bangka itu menyentuhmu, ne?”Minhyuk berkata  lembut, berusaha menahan tangisnya.

“Ne Oppa, arraso.”

“Momo, berhati-hatilah pada Doo Joon, ne? entah mengapa, aku memiliki firasat buruk tentangnya.”ujar Jonghyun.

“Yeobo, apa kau masih lama?”teriak PSY lagi.

“Ne tuan, sebentar lagi aku selesai.”jawab Momo. “Aku akan menghubungi kalian lagi.”

“Kami mengandalkanmu, Momo-ya.”ujar Jiyeon.

“Saranghae, chagi.”

Momo memutuskan sambungan, kemudian membasahi rambutnya sedikit, membuat dirinya seolah baru saja membersihkan dirinya, sementara Hyuna hanya memandang kesal Minhyuk yang sejak tadi berlagak mesra.

“Yya, kau memanggil adikku chagi?”

“Ne Noona, aku akan menikah dengan adikmu.”ujar Minhyuk girang.

“Mwoya.. aku tidak ingin punya adik ipar yang lebih imut dariku.”bisik Hyuna pelan.

“Kau tetap imut menurutku Hyuna-ssi.”ujar Hyunseung yang berjalan di samping Hyuna.

“Igeo mwoya? Namja aneh itu mengatakan aku imut?”tanpa sadar Hyuna menyentuh pipinya yang bersemu merah.

-oOo-

Yonghwa membaca berkas-berkas yang ia terima dengan teliti, beberapa kali namja ini mengangguk-anggukkan kepalanya, tanda ia mengerti dengan apa yang tertulis dalam berkas-berkas itu.

“Yonghwa-ssi..”panggil Shinhye yang berdiri di depan pintu ruang kerja Yonghwa.

“Ah Shinhye, wae? kau memerlukan sesuatu?”

“Anni, hanya saja, ini sudah larut malam, apa kau masih ingin bekerja?”

Yonghwa tersenyum memamerkan deretan giginya yang tak rapih. “Masih ada beberapa berkas lagi, sebentar lagi aku akan tidur. Kau sudah mengantuk?”

“Belum, kau ingin aku buatkan sesuatu? Coklat hangat atau kopi?”

“Tidak usah, kau pergilah beristirahat.”

“Anniya, aku ingin membuatkanmu sesuatu, setidaknya untuk membalas jasa-jasamu selama ini.”

“Apa tidak merepotkan?”Shinhye menggeleng cepat membuat Yonghwa sedikit tertawa. “Aku ingin secangkir kopi kalau begitu, dan…”

“Dan?”

“Jika kau tak keberatan, apa kau ingin menemaniku sebentar? Bekerja sendirian agak membuatku bosan.”

“Geure, aku akan membantumu. Kau tunggu sebentar, ne? kopi akan segera datang.”Shinhye melangkahkan kakinya menuju dapur dan menyeduhkan kopi untuk Yonghwa.

“Gomawo, chagi-ya.”ujar Yonghwa dalam hatinya.

-oOo-

Dua hari sebelum pemindahan

Jiyeon dan Jonghyun serta Minhyuk, Hyunseung juga Hyuna kini menyiapkan segala peralatan untuk penangkapan PSY, gembong penjualan remaja gadis ke luar negeri. Terlihat Jiyeon sedang memberikan instruksi untuk beberapa tim penangkapan sementara Jonghyun juga Minhyuk menyiapkan alat-alat yang akan dibawa ke area penangkapan, Hyuna dan Hyunseung sibuk mendengarkan setiap percakapan antara PSY dan juga Momo, maupun Momo dan juga Doo Joon.

“Hyuna-a.”panggil Doo Joon di sela-sela aktifitasnya menjaga Momo.

“Ne, Oppa, ada apa?”

“Hari jumat, jam sepuluh malam, temui kami di dermaga kota X, rencananya remaja-remaja itu akan dibawa kepedalaman sebelum diangkut dengan helikopter pribadi, kita harus menangkapnya sebelum mereka dipindahkan melalui udara.”jelas Doo Joon.

“Arraseumnida, aku akan mengatakannya pada Jiyeon.”

“Bawa pasukan secukupnya dibawah jam sepuluh malam, jangan buat mereka curiga, jangan beritahu penduduk lokal, aku takut mereka bekerja sama melihat bagaimana persiapan mereka.”

“Doo Joon Hyung, bagaimana keadaan sekitar?”tanya Hyunseung.

“Tidak ada hal yang mencurigakan, semua masih bisa terkendali.”

“Geure, Hyung, Jiyeon, Jonghyun dan aku akan ada dilokasi sebelum jam sepuluh, sementara Minhyuk dan Hyuna akan menyusul bersama pasukan penangkapan yang lain.”

“Siapkan minimal sepuluh orang dalam misi pertama Hyunseung-ah, aku tidak ingin gagal.”

“Siap, Hyung.”ujar Hyunseung lalu melepas headphonenya dan berjalan menuju Jiyeon.

“Hyunseung-ssi, kenapa aku harus ikut dalam kelompok kedua? Kenapa tidak pergi bersama kalian?”

“Apa kau lupa kalau wajahmu sudah diketahui mereka?”tanya Hyunseung santai.

“Aku tahu, keunde..”

“Jangan khawatirkan masalah Momo, ia akan baik-baik saja, setidakya bersikaplah profesional Hyuna-ssi, jangan kacaukan rencana kita hanya karena dia adikmu.”

“Yya! Dia adikku! Adikku satu-satunya! Adikku yang aku tinggalkan tanpa penjelasan, apa tidak boleh aku mengkhawatirkannya? Dan jangan sebut aku tidak profesional!”

“Kalau kau profesional, maka jalankan rencana yang sudah ku buat, ingat Hyuna-ssi, kau ada di bawah kepemimpinanku, kasus ini aku yang memimpinnya, bahkan jika Jiyeon memintamu untuk ikut bersamanya, aku tidak akan mengizinkannya.”

“Kau! Kenapa kau selalu..”

“Aku berjanji akan menjaga Momo sebisaku, aku bersumpah akan menggantikan dirimu dan memastikan kalau dia akan baik-baik saja, apa itu sudah membuatmu lega?”ujar Hyunseung sambil menggenggam tangan Hyuna yang kini bergetar kerena menahan emosi lalu meninggalkan yeoja itu.

Tak ada jawaban yang keluar dari bibir Hyuna, ia tak bisa membantah perintah atasannya dan ia juga ingin sekali menjaga Momo, adik yang sangat ia sayangi.

“Noona wae? kenapa wajahmu kusut sekali?”tanya Minhyuk sambil membawa beberapa cemilan.

“Yya Kang Minhyuk, berhenti memanggilku Noona! Kau itu lebih tua dariku.”

“Aku tahu, tapi kau kan calon Kakak iparku, jadi.. yya Noona, kenapa pergi, yya…”

-oOo-

“Jiyeon-a.”panggil Jonghyun pelan membuat Jiyeon menoleh ke arah namja tampan ini.

“Wae Oppa?”

“Apa kau sudah siap? Berhadapan langsung dengan mereka? Atau sebaiknya kau memonitor saja, aku..”

“Tenanglah Oppa, aku tak apa. Aku akan melakukannya dengan baik, bukankah aku pemimpin tim kita? Aku tidak mungkin mengirim Momo dan juga membiarkanmu bekerja sendiri.”

“Keunde, aku mengkhawatirkan traumamu, aku takut.”

“Semuanya akan baik-baik saja, semua akan selesai dengan lancar.”

“Geure, aku percaya, hmm tapi..”

“Wae?”

“Besok malam, mau kau ikut denganku?”

“Kemana?”

“Rahasia, aku menyiapkan sesuatu untukmu.”ujar Jonghyun tersenyum.

-oOo-

Seorang gadis berjalan ke arah meja makan bersama dengan mangkuk kare di tangannya, gadis ini tersenyum melihat wajah kelaparan seseorang yang sejak tadi sudah duduk di depannya.

“Chaaaa.”

“Woah kelihatannya enak.”

“Tentu! Masakanku pasti enak Yonghwa-ya.”

“Haha benar, kau memang calon istri yang baik.”ujar Yonghwa membuat Shinhye bersemu merah.

“Ehm, Yonghwa-ya, apa kau harus ikut misi itu? apa Jiyeon harus ikut misi itu?”

“Eoh, aku harus ikut Shinhye-ya. Aku sudah menunggu saat ini tiba sejak berbulan-bulan lalu, aku bersyukur Jiyeon dan Hyuna kembali ditambah dengan Momo yang membantuku, kasus ini berjalan lancar sampai saat ini.”

“Keunde..”

“Kau tenanglah, semua akan baik-baik saja. Aku pasti akan menangkap mereka!”

“Eoh, kau harus melakukan itu, untukku!”

“Siap tuan putri.”

“Hmm Yonghwa-ya, kalau aku bilang..”

“Andwae, kau tidak boleh ikut dalam misi ini.”

“Yya, aku belum mengatakan apa-apa.”ujar Shinhye sambil memanyunkan bibirnya.”

“Aku tahu apa yang akan kau katakan Shinhye-ya, aku sudah tahu bagaimana sifatmu dari Aboji, kau adalah si wanita pekerja.”

“Ei, jadi kau mencari tahu tentang diriku, eoh?”

“Tentu, aku tentu harus mencari tahu siapa yang akan hidup bersamaku, aku tidak ingin menghabiskan umurku bersama yeoja yang tak ku kenal asal-usulnya.”

Shinhye memandang bingung ke arah Yonghwa, mata yeoja ini menatap lurus sosok namja yang kini sudah kembali bergelut dengan berkas-berkas dihadapannya.

“Hidup bersamamu? Igeo, apa maksudmu kita akan hidup bersama?”tanya Shinhye hati-hati, ia tidak ingin terlihat seperti menginginkan hidup bersama Yonghwa, meski dalam hatinya ia mengharapkan hal itu, meski sedikit.

Yonghwa menghentikan aktifitasnya membaca laporan yang diberikan Jonghyun kemudian menatap Shinhye yang kini menatap wajahnya penuh tanya, dalam hati Yonghwa merutuki kebdohannya karena mengatakan hal yang tak harus ia katakan pada Shinhye setidaknya, untuk saat ini.

“Bukankah kita sudah hidup bersama? Saat ini kau tinggal bersamaku, kan?”

“Ah.. kau benar, saat ini aku tinggal bersamamu.”ujar Shinhye lalu tersenyum.

-oOo-

Satu hari sebelum pemindahan

Jonghyun mengajak Jiyeon ke atap gedung yang menjadi markas mereka beberapa hari ini mereka gunakan untuk menjalankan rencana. Jiyeon menatap takjub pemandangan malam yang kini terpampang di depannya, kerlap-kerlip lampu kota Seoul ditambah dengan bintang-bintang di atas Langit membuat senyum Jiyeon mengembang seketika.

“Woah, yeppo.”

“Kau suka?”

“Eoh, aku sangat suka Oppa! Pemandangan disini benar-benar indah, kau menyiapkan ini untukku?”

“Aniyo, pemerintah dan Tuhan yang menyiapkan semua ini.”

“Eoh? Maksudmu?”

“Yya, apa kau fikir aku yang membiayai seluruh pengeluaran lampu-lampu itu? apa juga mengira aku yang menaruh ribuan bintang di Langit?”

Jiyeon menggerutu sebal mendengar apa yang dikatakan oleh Jonghyun. Yeoja ini berharap kalau namja di hadapannya ini akan mengatakan hal-hal romantis untuk dirinya, namun semua harapannya harus musnah melihat wajah Jonghyun yang dihiasi cengiran khasnya.

“Aku memang tidak menyiapkan hal-hal itu, tapi aku menyiapkan ini untukmu.”ujar Jonghyun yang menarik Jiyeon untuk melangkahkan lebih dalam, menyusuri hamparan atap gedung yang sudah Jonghyun hias dengan lampu-lampu terang.

“Tadinya aku meletakkan sederet lilin kecil, tapi, saat aku menyalakannya kemarin, lilin itu justru mati, aku bahkan dikatai bodoh oleh si Minhyuk karena menyiapkan lilin di tempat terbuka begini.”

Jonghyun terus bercerita sementara Jiyeon hanya memandang wajah namja tampan ini.

“Aku terus berusaha, sampai akhirnya aku berfikir untuk menggantikan lilin-lilin itu dengan lampu-lampu ini, aku tahu ini memang benar-benar tidak menarik, seharusnya tidak mengajakmu ke sini…”

“Aku suka Oppa, ini benar-benar bagus.”

“Jeongmal? Kau benar-benar suka?”Jiyeon menganggukkan kepalanya kemudian tersenyum dan melangkahkan kakinya menyusuri lampu-lampu yang dipasang memanjang dan melingkar di sudut sisi gedung.

Jiyeon duduk dihadapan Jonghyun, yeoja ini memandang lampu-lampu yang membentuk simbol hati dan ia dan Jonghyun di dalamnya, rasa haru menjalari yeoja ini.

“Kau ingin makan?”

“Ne, aku lapar.”

“Geure, aku akan memanggil pelayan untuk membawakan makanan untukmu.”

“Pelayan?”tanya Jiyeon yang dijawab senyuman oleh Jonghyun.

“Pelayan!”panggil Jonghyun, sesaat kemudian muncul seorang dengan pakaian yang sangat lucu, sebuah setelan berwarna hitam dengan kombinasi putih. Rok berenda juga pita lucu tersemat manis di rambut orang itu.

“Hyuuuuuung! Ini benar-benar memalukan!”ujar orang itu menghentak-hentakkan kakinya.

Jiyeon tak mampu menyembunyikan keterkejutannya, yeoja ini tertawa terbahak dan matanya terbelalak saat melihat sosok Minhyuk yang sudah di dandani secantik mungkin. “Yya Kang Minhyuk, igeo mwoya? Apa yang kau lakukan dengan pakaian itu?”

“Berhenti tertawa Noona, ini semua karena namja tak berperasaan itu. aish harga diriku hancur.”ujar Minhyuk dengan ekspresi lucu, membuat Jiyeon ingin terus tertawa.

“Yya, panggil kami nyonya dan tuan, kau ini pelayan yang tak tahu diri.”

“Kau tak berperasaan tuan Lee! Cepat katakan kau ingin pesan apa.”

“Yya Kang Minhyuk! Jangan berkata kasar pada tamu!”jerit seorang gadis yang Jiyeon tahu adalah Hyuna.

“Arraso Noona!! Kalau bukan karena restu untuk menikahi Momo, aku tidak akan mau bertingkah konyol seperti ini.”gerutu Minhyuk.

“Minhyuk-ah, neo, jinjja kyeopta, bahkan aku kalah lucu dan kalah cantik denganmu.”

“Keumanhe Noona…”lirih Minhyuk.

“Berikan kami makanan terlezat dan juga wine termahal.”ujar Jonghyun yakin.

“Oppa, apa kau yakin bisa membayarnya?”ledek Jiyeon.

“Tenang saja, aku mendapat kupon gratis untuk makan disini.”timpal Jonghyun.

“Harap tunggu sebentar, makanannya akan segera kami siapkan.”ujar Minhyuk kemudian berhalan menjauhi dua sejoli itu.

“Jiyeon-na, kau bosan? Ingin mendengarkan musik?”

“Yya, apalagi yang kau siapkan, eoh?”

Jonghyun tersenyum seraya berkata “Musik.”

Sesaat kemudian Jiyeon melihat sesosok namja tampan dengan jas berwarna coklat juga gitar di pelukannya.  Namja itu memetikan senar gitar sehingga mengasilkan sebuah suara yang sangat indah, petikan gitar itu diiringi musik yang keluar dari sebuah speaker di belakang namja itu.

I want to be your oppa
I’m so hungry for your love
I want to be your oppa
I’ll have you, just watch

Why are you shaking up my heart?
Why are you shaking up my heart?
Why are you shaking up my heart?
Shaking up, shaking up

(Dad) Just how exactly did dad ask mom out?
Should I write you a letter?
What is this? I become like dust in front of you

You make me so angry and mad for no reason
I’m serious but you make me into a loser, who picks fights with you
Why do I care so much about you?
You’re making a big boy act like a little kid
But I’ll turn things around
From just knowing each other to becoming lovers

If it’s with you, I think I can go to a good college
ABCDEFGH Hakuna Matata
Your profile picture is the same but why do I keep checking it?
But don’t misunderstand, I’m not an easy guy

I’m getting nervous, I’m getting nervous
Who are you? Are you that great?
Why do you keep teasing me?
Just stop now, hold up, hold up

Hold me tight before I kiss you
Before my heart lets you go
Say what you want
Say what you want
What is it that you really want?

Hold me tight before I kiss you
Before my heart lets you go
Say what you want
Say what you want
What is it that you really want?

Why are you shaking up my heart?
Why are you shaking up my heart?
Why are you shaking up my heart?
Shaking up, shaking up

A bad bad girl on the outside
An even more bad bad girl on the side
If you lose a guy like me, you’ll regret it
You checked my text message but you’re not pressing send
The “1″ disappears, making me so anxious1
Maybe I’ll buy a GPS navigation
(Quickly quickly quickly) I keep trying to appeal to you (trying trying trying)
Genuine feelings? (I got em) Endurance? (I got em)
The only thing I don’t have is your beauty beauty beauty

How should I change for you? (hold up)
Playing mind games? Two-timing? I don’t know how to do that
But if you’re ever sick, don’t call 911 but call me
Tell me to cry, I’ll cry, tell me to smile, I’ll smile, tell me to roll around, I’ll roll around

I’m getting nervous, I’m getting nervous
Who are you? Are you that great?
Why do you keep teasing me?
Just stop now, hold up, hold up

Hold me tight before I kiss you
Before my heart lets you go
Say what you want
Say what you want
What is it that you really want?

Hold me tight before I kiss you
Before my heart lets you go
Say what you want
Say what you want
What is it that you really want?

I want to be your oppa
Why don’t you know my heart for you?
Even if you ignore me
Even if you act cold, I can’t push you out of my mind

I want to be your oppa
I will be your man, just watch
So that my heart can touch yours
I will run to you right now

Hold me tight before I kiss you
Before my heart lets you go
Say what you want
Say what you want
What is it that you really want?

Hold me tight before I kiss you
Before my heart lets you go
Say what you want
Say what you want
What is it that you really want?

Boy In Luv – Bangtan Boys

“Yonghwa Oppa?”ujar Jiyeon pelan.

“Yya Jonghyun-ah, kau menyuruhku melakukan hal konyol seperti ini? Aku kehabisan nafas saat menyanyikan rap nya!”

“Daebak! Suara penyanyi disini benar-benar bagus, aku akan memberikan uang tambahan untukmu.”potong Jonghyun sebelum atasannya itu memarahinya.

“Permisi, makananya sudah siap.”ujar Minhyuk yang kembali dengan nampan berisi makanan lezat ditangannya.

“Gomawo Minhyuk-ah, kau sudah bekerja keras.”ujar Jiyeon masih tersenyum dan menahan tawa.

“Silahkan dimakan, nyonya dan tuan, semoga kalian menikmati hidangan kami.”Minhyuk mendesah pelan lalu meninggalkan Jiyeon dan Jonghyun.

“Ayo makan.”ajak Jonghyun.

Lantunan merdu terdengar dari sudut lain atap gedung, Jiyeon menoleh dan melihat seorang dengan pakaian casual sedang berdiri di depan sebuah meja dan menggerak-gerakkan tangannya di atas sebuah alat, Jiyeon tahu, itu adalah traktor yang pernah dipakai namja itu untuk membuat lagu.

“Woah, Hyunseung-ssi sangat pintar mencampur lagu.”

“Yya habiskan makananmu dan jangan melirik namja lain!”

“Arraso, Arraso..”

Jiyeon menghabiskan sepiring steak dengan cepat, kini di depannya tersaji sebuah ice cream strawberry kesukaannya.

“Oppa, kau tak menaruh cincin di ice creamku, kan?”tanya Jiyeon percaya diri.

“Yya makan saja ice creammu.”

Jiyeon terus melirik ke arah Jonghyun yang kini tengah asik dengan ice cream coklatnya. Yeoja ini sibuk mencari sesuatu seperti cincin atau kalung atau gelang dan sejenisnya, namun ia tak menemukan apapun di dalamnya.

“Wae? kenapa kau menatapku begitu?”tanya Jonghyun yang terus diperhatikan oleh Jiyeon.

“Aniya..”

“Jiyeon-na, menikahlah denganku.”ujar Jonghyun pelan membuat Jiyeon terbelalak.

“M-mwo?”

Jonghyun meraba sisi dalam meja di depannya, mencari sesuatu yang sudah ia letakkan sehari sebelum ia melamar Jiyeon. Namja ini menarik sedikit keras benda itu dan meletakkannya di hadapan Jiyeon.

“Aku tidak tahu cara paling romantis untuk mengutarakan perasaanku padamu, aku benar-benar ingin melakukan hal itu, tapi aku tak tahu bagaimana caranya. Lalu aku meminta bantuan mereka semua untuk melakukan ini. Jiyeon-na, aku mencintaimu, sejak dulu, sejak kita duduk di bangku sekolah dasar, aku mencintaimu sejak pertama kali ditumbangkan oleh jurus taekwondo yang kau praktikan padaku, aku mencintaimu sejak pertama kali kau memasakkan ramen untukku meski ramen itu ternyata hangus karena kau terlalu lama memasaknya, aku mencintaimu sejak  pertama kali kau berjanji kau akan menjadi istriku kelak, aku mencintaimu sejak tiba-tiba kau mengatakan kau berkencan dengan Myungsoo, aku mencintaimu sejak kau menangis dipelukkanku karena melihat Myungsoo menjalin cinta dengan Naeun, aku mencintaimu sejak kejadian buruk yang menimpa orang tuamu, bahkan, aku masih mencintamu saat kau pergi meninggalkanku. Bagaimanapun aku berusaha menghapusmu, aku tak akan pernah bisa melakukan itu. aku, Lee Jonghyun, mencintai dan hanya akan mencintai Park Jiyeon, yeoja yang dulu pernah aku sakiti.”

“Oppa, kau tahu ini semua sangat manis? Aku benar-benar senang kau menyiapkan semua ini untukku.”

“Jadi, kau mau menikah denganku?”

Jiyeon tersenyum dan perlahan menganggukkan kepalanya. Jonghyun tersenyum dan perlahan melangkahkan kakinya ke sisi Jiyeon, namja ini memasangkan cicin dijemari Jiyeon membuat yeoja itu menangis.

“Eoh, kemana kembang apinya..”lirih Jonghyun dalam hati.

“Wae Oppa, apa ada yang salah?”

“Chankaman, aku menyiapkan sesuatu yang luar biasa dan seharusnya sudah muncul saat aku menyematkan cincin ini.”

Jonghyun melangkah maju mendekati sisi atap gedung tempat ia meletakkan sesuatu yang luar biasa untuk Jiyeon.

“Hyuna-a, wae? kenapa belum keluar?”

“Mian Oppa, aku takut menyalakan apinya.”

“Aish jinjja, kau ini..”

“Lagian, kenapa harus aku yang menyalakan kembang apinya?!”kesal Hyuna.

“Momen romantisku….”lirih Jonghyun.

“Ada apa?”tanya Hyunseung yang mendekati kedua orang itu.

“Yeoja ini, ia takut menyalakan apinya, aihs jinjja, eotteokhe?”

“Biar aku saja, kau kembalilah ke sisi Jiyeon.”

“Gomapta Hyunseung-ah.”

Jonghyun melangkahkan kakinya kembali mendekati Jiyeon, tapi baru beberapa langkah ia menjauhi Hyuna dan Hyunseung, bunyi letupan sudah terdengar di udara.

“Hyunaaaaaa!!”teriak Jonghyun kesal.

“Mianhe Oppa!!”

-oOo-

“Tidakkah kau harus mengucapkan terima kasih?”tanya Hyunseung saat mengantar Hyuna ke swalayan.

“Untuk apa?”

“Aku membantumu menyalakan kembang api.”

“Eoh, kembang api yang menyala sebelum waktunya?”

“Itu kesalahanmu, kau yang menaruh apinya di sumbu.”

“Itu karena kau yang menyuruhku untuk memegangnya.”

“Tapi kau tak harus meletakkannya di dekat sumbuh.”

“Kau menyalahkanku?”

“Memang kau yang salah!”

“Kau… kau benar-benar tuan Jang!”kesal Hyuna lalu meninggalkan Hyunseung.

“Mana mungkin aku akur dengan yeoja cerewet sepertinya.”gerutu Hyunseung.

-oOo-

Hari pemindahan – tiga belas jam sebelum pemindahan

Yonghwa, Jiyeon, Jonghyun, Hyuna, Hyunseung serta Minhyuk sedang berkumpul di markas besar kepolisian, keenam orang itu sedang sibuk membicarakan rencana yang akan mereka lakukan malam nanti.

“Jadi, semua sudah disusun?”tanya Yonghwa yang memeriksa berkas yang diberikan Hyunseung padanya.

“Ne sunbae, aku, Jiyeon dan Jonghyun akan pergi bersama sepuluh petugas kepolisian lain dan menyewa sebuah tempat peristirahatan, kami akan menyamar sebagai turis. Sementara itu Hyuna dan Minhyuk akan berkordinasi dengan kepolisian setempat untuk berjaga dipintu masuk desa X.”jelas Hyunseung.

“Kami akan terus memantau pergerakan Momo dan Doo Joon melalui alat GPS yang sudah kami pasang pada mereka, jika mereka bergerak, maka kami akan segera melakukan rencana.”Jiyeon ikut menimpali.

“Persiapan yang lain?”tanya Yonghwa lagi.

“Aku sudah menghubungi kepolisian setempat untuk diberi keleluasaan dalam menjalankan tugas, aku juga sudah meminta beberapa orang andalan mereka untuk ikut berjaga.”Hyuna memberikan surat kerja sama kantor kepolisian desa X.

“Lalu? Sudah ada kabar dari Momo atau Doo Joon?”

“Untuk saat ini belum, tapi beberapa jam lalu Momo menghubungi kami, ia mengatakan kalau PSY dan dirinya akan datang sedikit terlambat, Momo juga mengatakan kalau remaja-remaja itu akan dibawa ke Jepang dengan beberapa helikopter pribadi.”Minhyuk menyerahkan rekamanan pembicaraan dirinya dan Momo.

“Jonghyun-ah, kau sudah menghubungi kepolisian Jepang?”

“Sudah Sunbae, tiga puluh menit lalu aku meminta kerja sama dengan kepolisian Jepang terkait masalah ini dan mereka dengan senang hati akan membantu kita. Aku juga sudah menyiapkan rencana lain, aku menghubungi beberapa negara yang kemungkinan besar mereka jadikan sebagai target penjualan.”jelas Jonghyun yang terkenal dengan rencananya yang matang.

“Geure, kalian melakukan yang terbaik. Lakukan rencana sesuai dengan yang telah kalian susun. Semoga kita semua berhasil.”

“Ne!”ujar semua yang menghadiri rapat secara bersamaan.

“Jiyeon-na, apa baik-baik saja?”tanya Yonghwa ketika ia dan Jiyeon keluar dari ruang rapat.

“Ne Oppa, semua baik-baik saja.”

“Jinjja?”

“Eoh, aku sudah sangat ingin menangkap mereka!”

“Geure, semoga kita berhasil. Jaga dirimu, ne.”

“Siap komandan.”Jiyeon tersenyum lalu membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada Yonghwa.

-oOo-

Delapan jam sebelum pemindahan

Yonghwa terlihat menuruni anak tangga yang menghubungkan dua lantai rumahnya, namja in mengenakan pakaian casual, tak seperti biasanya yang selalu memakai jas jika ia akan bertugas, tapi hari ini, namja ini memakai celana yang hanya menutupi sampai batas betis kakinya, ia juga mengenakan kaus berkerah warna merah juga jam tangan sport warna senada. Shinhye yang melihat penampilan Yonghwa hanya memandang bingung namja itu.

“Yonghwa-ya, kau akan pergi ke swalayan?”tanya Shinhye yang kini berpakaian rapih, yeoja ini memakai gaun motif bunga warna coklat cantik.

Yonghwa tersenyum memandang Shinhye. “Aniya, aku akan pergi ke desa X tempat Jiyeon dan Jonghyun.”

“Aku boleh ikut?”

“Andwae, ini untuk pekerjaan. Kami akan menangkap PSY.”

“Kalau begitu kenapa kau berpakaian seperti itu?”

“Ini penyamaran.”

“Aku juga akan menyamar, jadi biarkan aku ikut.”

“Kau belum sehat Shinhye-ya, kau di rumah saja, ne?”

“Anni! Aku ingin ikut.”

“Keunde..”

“Yonghwa, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan.”ujar Shinhye serius.

“Wae?”

“Aku tidak hilang ingatan, aku ingat dengan jelas siapa aku, siapa dirimu dan kemana kedua orang tuaku. Aku ingin menangkap PSY, biarkan aku ikut misi ini. Aku ingin membalaskan dendam kedua orang tuaku. Jebal.”

Mata Yonghwa terbelalak, ia tak menyangka kalau Shinhye tak hilang ingatan.

TBC

Revenge Chapter Five

revenge 5revenge cast 3

1234

Title: Revenge Chapter five

Author: nyimasRDA

Rating: G

Genre: romance, sad, friendship, action.

Length: Chaptered

Main Cast:

– Park Jiyeon

– Lee Jonghyun

Other Cast:

– Jung Yonghwa

– Park Shinhye

– Kang Min Hyuk

– Kim Momo (OC)

– Kim Hyuna

– Jang Hyunseung

– Other

Note: cerita ini aku buat setelah mendapatkan mimpi, gak tau kenapa malah jadi inspirasi nulis FF gak jelas kayak gini. Semua yang aku tulis semuanya hasil pemikiran aku. Maaf untuk kesalahan kata yang gak sengaja aku tulis. Sebelumnya aku minta maaf karena ada sedikit kesalahan. Shinhye sudah koma 7 tahun dan ia bertunangan dengan Yonghwa sudah dua tahun. Mianhe kalau kalian agak bingung, hehe.

-oOo-

Aku bersumpah akan membunuh mereka yang membuat hidupku seperti ini, aku bersumpah akan menghabisi siapapun yang menembakkan peluru itu pada kedua orang tuaku dan membuat kakakku terbaring koma selama bertahun-tahun. Aku bersumpah akan membalaskan semuanya dan aku akan melakukan apapun untuk itu ~ PJY

-oOo-

  Baca lebih lanjut

Revenge – Chapter Four

revenge 4revenge cast 3

 

 

Title: Revenge Chapter Three

Author: nyimasRDA

Rating: G

Genre: sad, action, romance

Length: Chaptered

Main Cast:

Park Jiyeon – Park Shinhye – Lee Jonghyun – Jung Yonghwa – Kang Minhyuk – Kim Hyuna – Kim Momo OC – Jang Hyunseung – other

Note: cerita ini aku buat setelah mendapatkan mimpi, gak tau kenapa malah jadi inspirasi nulis FF gak jelas kayak gini. Semua yang aku tulis semuanya hasil pemikiran aku. Maaf untuk kesalahan kata yang gak sengaja aku tulis. Sebelumnya aku minta maaf karena ada sedikit kesalahan. Shinhye sudah koma 7 tahun dan ia bertunangan dengan Yonghwa sudah dua tahun. Mianhe kalau kalian agak bingung, hehe. Mohon tinggalkan jejak karena di Chapter terakhir aku akan memberikan password. Jadi para silent reader, aku harap kalian berhenti menjadi silent reader. Mohon hargai karyaku. Terima kasih.

 

-oOo-

 

Aku bersumpah akan membunuh mereka yang membuat hidupku seperti ini, aku bersumpah akan menghabisi siapapun yang menembakkan peluru itu pada kedua orang tuaku dan membuat kakakku terbaring koma selama bertahun-tahun. Aku bersumpah akan membalaskan semuanya dan aku akan melakukan apapun untuk itu ~ PJY

-oOo-

Baca lebih lanjut

Revenge – Chapter Three

revenge 3

 

 

 

 

 

 

revenge cast 3

 

 

Title: Revenge

Author: nyimasRDA

Rating: G

Genre: sad, action, romance

Length: Chaptered

Main Cast:

Park Jiyeon – Park Shinhye – Lee Jonghyun – Jung Yonghwa – Kang Minhyuk – Kim Hyuna – Kim Momo OC – Jang Hyunseung – other

Note: cerita ini aku buat setelah mendapatkan mimpi, gak tau kenapa malah jadi inspirasi nulis FF gak jelas kayak gini. Semua yang aku tulis semuanya hasil pemikiran aku. Maaf untuk kesalahan kata yang gak sengaja aku tulis.

-oOo-

 

Aku bersumpah akan membunuh mereka yang membuat hidupku seperti ini, aku bersumpah akan menghabisi siapapun yang menembakkan peluru itu pada kedua orang tuaku dan membuat kakakku terbaring koma selama bertahun-tahun. Aku bersumpah akan membalaskan semuanya dan aku akan melakukan apapun untuk itu ~ PJY

-oOo-

 12

Baca lebih lanjut

Revenge – Chapter two

REVENGEE

revenge cast 3

Title: Revenge

Author: nyimasRDA

Rating: G

Genre: sad, action, romance

Length: Chaptered

Main Cast:

Park Jiyeon – Park Shinhye – Lee Jonghyun – Jung Yonghwa – Kang Minhyuk – Kim Hyuna – Kim Momo OC – Jang Hyunseung – other

Note: cerita ini aku buat setelah mendapatkan mimpi, gak tau kenapa malah jadi inspirasi nulis FF gak jelas kayak gini. Semua yang aku tulis semuanya hasil pemikiran aku. Maaf untuk kesalahan kata yang gak sengaja aku tulis.

-oOo-

Aku bersumpah akan membunuh mereka yang membuat hidupku seperti ini, aku bersumpah akan menghabisi siapapun yang menembakkan peluru itu pada kedua orang tuaku dan membuat kakakku terbaring koma selama bertahun-tahun. Aku bersumpah akan membalaskan semuanya dan aku akan melakukan apapun untuk itu ~ PJY

-oOo-

Chapter one

Baca lebih lanjut

love story – chapter 1

love story 1

cast of love story

backsound

Crying Alone

Author: nyimasRDA as Kim Momo

Cast:

CN BLUE member

Park Shin Hye

OC Kim Momo

OC Choi Yuki

OC Kiyomizu Aiko

Note: cerita ini hanya hasil imajinasiku saja, mohon untuk komennya. Gomawo.

Ketika hidup harus memilih, antara cinta dan persahabatan, antara bahagia atau menderita, antara merelakan atau mempertahankan keegoisan.

———————-

Baca lebih lanjut

Love Story – Characters

love story 1

cast of love story

Jung Yong Hwa | Park Shin Hye

Kang Min Hyuk | Kim Momo

Lee Jong Hyun | Choi Yuki

Lee Jung Shin | Kiyomizu Aiko

gffgfg

Jung Yong Hwa

“Aku memiliki segalanya. Kekayaan, kekuasaan dan wajah yang rupawan. Aku memiliki Ayah dan Ibu yang mencintaiku dan teman-teman yang selalu berada di sampingku. Tapi satu yang tak ku miliki, aku tak punya cinta. Bagiku cinta hanya membuat sakit, cinta adalah hal yang sia-sia. Aku tak membutuhkannya.”

—–

fdnt

Park Shin Hye

“Orang-orang di sekitarku selalu berkata kalau aku adalah wanita paling beruntung. Lahir di keluarga kaya, dianugrahi wajah mempesona, otakku juga sangat briliant tapi menurutku apa yang mereka katakan itu salah. Aku tak seberuntung yang mereka fikirkan. Pria yang aku cintai tak pernah membalas cintaku. Kalian tahu, namja itu tidak akan pernah mau bersanding denganku.”

 —–

dfbhnrsn

Kang Min Hyuk

“Dalam hidupku, tak ada yang lebih berarti daripada keluarga dan sahabat-sahabatku serta makanan yang selalu membuatku bahagia. Untukku, tak ada lagi yang bisa membuatku bahagia selain semua itu. Aku bahkan tak pernah memikirkan seorang wanita kecuali ….. Momo-chan.”

 —–

ndnandn

Kim Momo

“Terkadang aku selalu merasa kalau Semesta tak adil. Ibuku membesarkanku seorang diri, tanpa suami yang mendampinginya. Aku memang bergelimang harta, aku juga mendapat kasih sayang yang melimpah ruah dari Ibuku tapi sayang sampai sekarang aku tak pernah tahu bagaimana rupa Ayahku. Dan satu hal yang paling membuatku menderita adalah saat Ibuku mengatakan kalau ia akan menikah dengan paman Lee, ayah dari namja yang aku cintai.”

 —–

ngfnrrn

Lee Jong Hyun

“Aku namja berhati dingin, aku bahkan tidak bisa bergaul dengan banyak orang. Aku memiliki kenangan buruk saat kecil, selalu hidup dalam trauma yang mendalam. Hanya ada dua orang yang mampu membuatku kembali tertawa, kekasihku dan seseorang gadis kecil yang aku temui dulu. Aku mencintai kekasihku, Yuki. Tapi terkadang aku masih mencari keberadaan gadis kecil itu, gadis yang menjadi cinta pertamaku dan adik tiriku, entah kenapa saat bersamanya aku selalu merasa nyaman.”

 —–

ngrnrnrf

Choi Yuki

“Aku adalah wanita paling bahagia saat seorang Lee Jong Hyun mengutarakan perasaannya padaku. Merasakan bunga-bunga tumbuh di sekitarku saat melihat namja dingin seperti Jong Hyun bisa bersika[ manis padaku. Namun kekhawatiran selalu menghampiriku saat diam-diam aku melihat kekasihku mencaritahu keberadaan seorang wanita di kehidupannya dulu.”

 —–

gfmnhtm

Lee Jung Shin

“Hidupku tidak akan sempurna tanpa Aiko di sisiku. Aku hanya membutuhkan dirinya untuk tetap bisa menikmati hidupku. Tidak ada kata lain yang bisa aku ucapkan selain aku sangat mencintai Aiko, teman masa kecilku yang akan menjadi teman hidupku kelak.”

—–

jrtjrjr

Kiyomizu Aiko

“Aku pindah ke Korea karena aku ingin menemui cinta pertamaku, Lee Jung Shin. Seorang pria gendut yang selalu membelaku dari kejahilan namja-namja saat sekolah dasar dulu. Tapi apa ini, yang ku temui justru seorang Lee Jung Shin dengan wajah tampan dan tubuh yang kurus dan tinggi. Seketika aku merasa diriku sangat kecil, seolah aku tak pantas untuk berdiri di sampingnya. Tapi Jung Shin, namja itu selalu mengatakan kalau aku adalah hal paling berharga untuk hidupnya. Aku bahagia, aku mencintai Jung Shin ku.”

———————————————

Romance, Friendship and Family.

Love Story~ Ketika hidup harus memilih, antara cinta dan persahabatan, antara bahagia atau menderita, antara merelakan atau mempertahankan keegoisan.