Confession

nyimasRDA - Confenssion

nyimasRDA present

Confession

Cast:

Park Jiyeon

Kim Myungsoo

Lee Chaerin

Lee Jonghyun

Genre: Romance, friendship

Rating: G

Length: one shot

Desc: Cerita ini baru aku buat tadi pagi setelah bener-bener ngehayatin lagu yang dinyanyiin Nam Taehyun. Semoga kalian semua suka sama ceritanya. Harap tinggalkan Komentar!

-oOo-

 

This is my confession

 

-oOo-

  Baca lebih lanjut

Secret – Myungsoo side

nyimasRDA - secret 4

nyimasRDA present

Secret – Myungsoo side

Cast:

Park Jiyeon “T-ARA”

Lee Jonghyun “CNBLUE”

Kim Myungsoo “Infinite”

Lee Chaerin “2NE1”

Genre: Romance, friendship

Rating: G

Length: Chapter

-oOo-

Rahasia hanyalah sebuah rahasia. Rahasia tak seharusnya kau katakan, bukan? – Kim Myungsoo

-oOo-

jiyeon sidejonghyun side

Baca lebih lanjut

Daughters of Poseidon Final Story

nyimasRDA - daughter of poseidon final

 

Daughters of Poseidon – Final Story

Author: nyimasRDA

Rating: G

Genre: fantasi

Length: chapter

Cast:

Park Jiyeon – Cherise

Kim Myungsoo – Arion

Kim Hyuna – Chaera

Cho Kyuhyun – Demon

Lee Jieun – Adara

Other

Note: FF ini real hasil pemikiranku. Don’t be a silent readers and don’t bashing! Maaf untuk persamaan karakter atau cerita, sungguh itu tidak disengaja. FF ini terlahir karena ketertarikan ku dengan Mitologi Yunani juga novel Percy Jackson.

-oOo-

Poseidon? Penguasa lautan? Tiga diantara dewa tertua? Apa kau fikir mereka ada? Jangan bodoh! – Park Jiyeon.

Seharusnya aku tidak pernah terlahir ke dunia ini. Aku sungguh ingin mati, sungguh! – Kim Hyuna.

-oOo-

Baca lebih lanjut

Daughters of Poseidon Story Five

nyimasRDA - daughter of poseidon 3

 

nyimasRDA present

Daughters Of Poseidon Story Five

 

Rating: G

Genre: fantasi

Length: chapter

Cast:

Park Jiyeon – Cherise

Kim Myungsoo – Arion

Kim Hyuna – Chaera

Cho Kyuhyun – Demon

Lee Jieun – Adara

Other

Note: FF ini real hasil pemikiranku. Don’t be a silent readers and don’t bashing! Maaf untuk persamaan karakter atau cerita, sungguh itu tidak disengaja. FF ini terlahir karena ketertarikan ku dengan Mitologi Yunani juga novel Percy Jackson.

Hallo, sebelumnya aku mau minta maaf yang sebesarnya pada semua pembaca, karena aku lama banget update kelanjutan FF ini. Kesehatanku benar-benar tidak memungkinkan dan baru mampu menyelesaikan segini. Semoga kalian suka dengan FF ini, dan maaf jika part Jiyeon masih sangat kurang. Part selanjutnya akan banyak part jiyeonnya!

-oOo-

Poseidon? Penguasa lautan? Tiga diantara dewa tertua? Apa kau fikir mereka ada? Jangan bodoh! – Park Jiyeon.

Seharusnya aku tidak pernah terlahir ke dunia ini. Aku sungguh ingin mati, sungguh! – Kim Hyuna.

-oOo-

 

Awan gelap menyelimuti seisi dunia, halilintar-halilintar bersahutan menggelegar di Langit hitam pekat, badai di lautan membuat para nelayan enggan melaut untuk mencari nafkah sementara Kyuhyun kehilangan jejak Hyuna. Sudah seminggu sejak Kyuhyun merasakan kehadiran makhluk kegelapan Hyuna menghilang, Jiyeon juga mulai merasakan keanehan pada dirinya. Kekuatannya mengendalikan air mulai terlihat dan Jiyeon muak dengannya. Berkali-kali Jiyeon membuat rumahnya penuh dengan air dan membuat Ha Neul juga Jieun dan Myungsoo kalang kabut dEommaatnya.

Pagi ini Jiyeon mulai dihadapkan dengan kedatangan makhluk-makhluk aneh yang berkeliaran disekitarnya, ia bahkan bertemu kembali dengan rusa jantan yang dulu pernah hadir dalam mimpinya. Namun rusa itu tak bicara, ia hanya memandang Jiyeon kemudian menghilang. Ha Neul yang tak tega dengan keadaan putrinya memutuskan untuk memberitahu yang sebenarnya pada Jiyeon, ditemani Myungsoo, Jieun juga Chaerin.

Chaerin, Myungsoo juga Jieun sampai di kediaman Ha Neul. Ketiganya menyusuri jalan setapak kemudian menekan bell yang terletak dekat pintu.

“Apa kau fikir Jiyeon bisa menerima semua penjelasan kita?”tanya Jieun mulai khawatir.

“Entahlah, tapi ku harap dia tak menganggap kita gila.”jawab Myungsoo.

-oOo-

 

“Kau anak Poseidon, Jiyeon-ah, itulah kenapa kau selalu bermasalah dengan air.”

“Kau hanya perlu belajar bagaimana mengendalikan kekuatanmu, maka semua akan baik-baik saja.”

“Ku ditakdirkan untuk menjadi penyelamat dunia, maka lakukanlah tugasmu.”

Kalimat-kalimat itu terus terngiang ditelinga Jiyeon kala ia berusaha memejamkan matanya. Percakapannya dengan Chaerin juga Ha Neul membuatnya benar-benar harus memutar otak agar dapat mengerti apa yang kedua wanita cantik itu bicarakan. Sama seperti dirinya, kini Myungsoo juga Jieun sendiri tengah bingung dengan apa yang mereka sampaikan.

“Apa kau fikir Jiyeon menganggap kita gila?”tanya Myungsoo yang sejak lima belas menit lalu duduk di depan kamar Jiyeon.

“Molla, kemungkinan dia yang akan menjadi gila.”jawab Jieun lalu memasukan segulung kimbab kedalam mulutnya.

“Yya! Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu terhadap saudarimu. Aish jinjja.”Myungsoo menjitak kepala Jieun.

“Kau fikir aku tidak hampir gila saat kau beritahu kalau aku adalah putri Aphrodite?”

Myungsoo hanya tersenyum menanggapi apa yang Jieun katakan, ia masih ingat betul bagaimana ekspresi yang diberikan Jieun lantaran ia memberitahu bahwa Jieun adalah putri tunggal Aphrodite, mata gadis cantik itu seperti ingin keluar dari tempatnya.

“Apa seharusnya kita tidak perlu memberitahu Jiyeon dulu tentang masalah ini?”sesal Ha Neul yang kini sedang berhadapan dengan Chaerin.

“Kita harus cepat memberitahu Jiyeon masalah Ayah kandungnya, Ha Neul-ssi, Jiyeon berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.”

“Kau benar, tapi, Jiyeon terlihat benar-benar terkejut dengan apa yang terjadi.”Ha Neul menghembuskan nafasnya berat.

“Geure, dia pasti terkejut, tapi percayalah, semua akan baik-baik saja.”Chaerin menggenggam tangan Ha Neul pelan.

-oOo-

 

Angin kencang menerbangkan helaian anak-anak rambut yang tersisa diwajah cantik Tae Hee, wanita cantik itu menelungkupkan kepalanya, berusaha berlindung dari balik lutut sementara dirinya masih betah berdiam diri di depan balkon apartment yang sudah dua tahun ia tempati. Fikirannya kembali menerawang, kembali mengingat bagaimana pertemuannya dengan Seung Won, laki-laki yang selalu mengejarnya sejak mereka duduk dibangku sekolah.

Flashback on

“Tae Hee-ssi.”panggil Seung Won saat Kim Tae Hee telah menyelesaikan sesi pemotretan untuk sebuah majalah fashion terkemuka di Seoul.

Tae Hee memandang terkejut wajah Seung Won yang tak berubah sedikitpun, dengan kikuk ia membalas sapaan Seung Won kemudian berjalan menjauhi pria itu.

“Ada yang ingin aku tanyakan padamu, nona Kim.”

“Maaf, aku tidak memiliki waktu hari ini, kau bisa datang menemui manajerku jika ingin melakukan wawancara.”jawab Tae Hee gugup.

“Apa kau tahu dimana keberadaan Hyuna?”

Mendengar nama seorang gadis yang ia cintai membuat Tae Hee menghentikan langkahnya, tubuhnya menegang sementara jantungnya berdetak kencang. Bagaimana bisa Seung Won mengetahui nama anak yang selama ini ia sembunyikan.

“Museun suriya jigeum?”tanya Tae Hee saat ia sudah berhadapan dengan Seung Won.

“Kau jelas tahu apa yang aku maksud, Tae Hee-ssi.”

“Joesonghabnida, saat ini aku benar-benar sibuk. Kita bisa bicara nanti, jika kau sudah membuat janji dengan manajerku.”

“Hyuna menghilang, sudah seminggu ia tidak bisa dihubungi.”

“Maaf, aku tidak tahu apa yang kau bicarakan, aku sungguh tidak mengenal Hyuna.”

“Kau tidak perlu berpura-pura, kau tahu dengan baik apa yang aku maksud, Tae Hee.”

Tae Hee tak menjawab perkataan Seung Won, keringat dingin mengucur disekujur tubuhnya, deru nafas berhembus kencang dari hidung wanita cantik itu.

“Putrimu, Hyuna, dia menghilang.”

“Michyeoss-eo? Apa yang kau maksud dengan purtiku? Apa kau fikir aku wanita yang sudah memiliki anak?”bentak Tae Hee membuat beberapa kru menoleh kearah mereka.

“Aku sungguh tak tahu kenapa kau membuang dan tak mengakui Hyuna, tapi sungguh, apa kau tak pernah merasa khawatir dengan keadaannya? Apa kau tidak memikirkan tentang keselamatannya? Kau sungguh tahu siapa dia sebenarnya, Tae Hee. Kau tahu, pacarmu yang dulu, dia mendatangiku dan mengatakan semuanya, dia mengatakan siapa sebenarnya dia dan aku yakin kau akan sangat terkejut jika mengetahui kebenarannya.”

Seung Won terus berbicara, tanpa memperdulikan ekspresi yang ditunjukkan oleh Tae Hee.

“Yya, apa kau sungguh gila? Sunbae, apa kau fikir aku akan percaya dengan yang kau katakan? Tidak mungkin aku memiliki hubungan dengan dewa. Yya, itu sungguh tidak masuk akal.”

“Aku juga tak tahu harus percaya atau tidak, yang jelas, mantan kekasihmu itu menemuiku dan memintaku untuk menemukan Hyuna secepatnya, kalau tidak, sesuatu yang buruk akan terjadi padanya.”

Flashback off

 

“Sesuatu yang buruk akan terjadi padanya.”

“Hyuna, Kim Hyuna, dimana kau sekarang? Apa Eomma salah sudah menitipkanmu dipanti asuhan? Aku sungguh bukan Eomma yang baik.”

-oOo-

 

“Ker – dewa kematian –, apa kau sudah melakukan apa yang aku perintahkan padamu?”ujar seseorang dengan wajah liciknya.

“Sudah, your majesty. Semua sudah kami lakukan sesuai dengan yang anda perintahkan. Lady Chaera sudah kami tangkap dan kami persiapkan untuk melakukan penyerangan.”jawab Ker membungkukkan tubuhnya.

“Siapkan semuanya sebaik mungkin, aku tidak ingin rencanaku ini gagal.”

“Baik, my Lord.”

-oOo-

 

Badai dilautan semakin menggila, sementara Jiyeon, Jieun, Myungsoo juga Kyuhyun tengah berdiri berhadapan, menghadap ke laut, tempat kerajaan Poseidon berada.

“Apa kalian benar-benar berfikir aku adalah penyelamat dunia? Bagaimana jika justru sebaliknya?”tanya Jiyeon sambil terus memandangi lautan, tak ada rasa takut dalam dirinya, melihat lautan mengamuk, Jiyeon tak merakan dirinya takut sedikitpun.

“Ayahku.. maksudku tuan Hades mengatakan kalau kau adalah Cherise, penyelamat dunia.”ujar Kyuhyun.

“Sungguh, semua yang Eomma, bibi Chaerin, Jieun juga Myungsoo katakan benar-benar tidak masuk akal. Bagaimana bisa aku putri dari Poseidon..”

“Jiyeon-ah, kami tahu kau masih terkejut, tapi tenanglah, kau pasti bisa melalui ini semua. Kita harus melawan Hyuna Sunbae.”

“Jieun benar, kita harus melakukan cara untuk mengalahkan Hyuna.”

“Keunde, apa kita harus membunuh Hyuna? Maksudku, dia Kakak tiriku, bagaimana bisa aku membunuhnya..”

Myungsoo tersenyum, ia tahu, bahwa gadis yang mampu menggetarkan hatinya itu tidak mungkin sanggup menghabisi orang lain, terlebih itu adalah kakaknya sendiri.

“Ku fikir, kita hanya perlu melumpuhkan kekuatannya, tak perlu menghabisi nyawanya, aku tahu, akan ada yang menangis jika hal itu terjadi.”Jieun melirik kearah Kyuhyun yang sejak tadi sibuk melacak keberadaan Hyuna.

“Seonsaengnim, apa kami bisa percaya denganmu?”tanya Myungsoo tiba-tiba.

“Museun suriya?”tanya Kyuhyun memandang lurus pada Myungsoo.

“Aku, tidak bermaksud menuduh, keunde, aku rasa semua ini ada hubungannya dengan pada makhluk kegelapan dan yah, kau tahu kan, makhluk kegelapan berada dipihak siapa?”jelas Myungsoo hati-hati.

“Yya, Hades tidak sejahat yang kau fikirkan. Bukan karena dia tinggal di dunia bawah dan selalu bergaul dengan kegelapan dia jadi..”

“Arraso, aku hanya takut…”

Belum sempat Myungsoo menyelesaikan kalimatnya, seekor burung hantu terbang mendekati Kyuhyun dan detik berikutnya Kyuhyun menunjukkan ekspresi yang sangat terkejut.

“Seonsaengnim ada apa?”

“Ker.. para dewa kematian melakukan pemberontakan. Hades dihianati.”

-oOo-

 

Kyuhyun, Jiyeon, Jieun juga Myungsoo sampai di dalam istana Hades. Setelah berusaha membujuk Kharon untuk membawa mereka menyebrangi sungai pembalasan, akhirnya keempat manusia setengah dewa ini berhasil memasuki istana megah milik hades.

“Woah, ini benar-benar hebat.”ujar Myungsoo tak sanggup menyembunyikan keterkejutannya.

“Demon, kau datang.”ujar Erinyes yang menyambut keempatnya dengan wajah tampak yang sangat gusar.

“Dimana Hades? Bagaimana bisa Ker memberontak?”tanya Kyuhyun yang berjalan melewati Cerberus yang bersuara lucu.

Jieun sampai harus menahan kuat dirinya untuk tidak mengusap puncak kepala anjing berkepala tiga itu.

“Entahlah, kurasa, ini ada kaitannya dengan Chaera, ada pemberontak di Olympus. Beberapa Ker memberontak dan menghancurkan sebagian kecil dunia bawah, mereka juga mencabut nyawa orang-orang yang belum seharusnya mati dan membawa jiwa mereka pergi.”jelas Erinyes.

“Bagaimana bisa ini terjadi..”lirih Myungsoo.

“Mengerikan, sungguh mengerikan.”Jieun ikut berkomentar.

“Jieun-ya, apa menurutmu akan terjadi perang?”tanya Jiyeon menggenggam erat lengan Jieun.

Keempatnya sudah sampai di dalam istana Hades, ditemani Erinyes yang sejak tadi menunduk, tak berani memandang wajah Hades yang menunjukkan kemurkaan yang luar biasa.

“My Lord, Demon sudah sampai.”ujar Erinyes membuat Hades berbalik.

Jiyeon, Jieun dan Myungsoo tersentak dengan penampilan Hades. Wajarny yang sangat tampan dengan pakaian kerajaan yang serba hitam juga tangan kanannya yang memegang helm kegelapan sungguh berada diluar ekspetasi ketiganya. Jika selama ini mereka selalu memandang Hades dengan pembawaan yang menyeramkan, sungguh saat ini justru mereka melihat dewa tertampan yang pernah mereka temui – karena mereka baru bertemu Hades dengan wujud dewa.

Kyuhyun membungkukkan tubuhnya, memberi hormat kepada Ayah kandungnya itu diikuti dengan ketiga muridnya itu kemudian memandang Hades dengan wajah cemas.

“Kau membawa tamu, putraku, Demon?”tanya Hades pelan.

Wajah tampan juga kesan wibawa yang sejak tadi ditunjukkan oleh Hades perlahan menghilang kala suaranya terdengar membuat Jieun memundurkan kakinya untuk bersembunyi dibelakang Myungsoo sementara tangan kiri namja bermata sendu itu sudah menggenggam tangan Jiyeon.

“Mereka memaksa..”

“Ah, haruskah aku menyiapkan pesta penyambutan untuk ketiga keponakanku?”tanya Hades dengan senyum menakutkan.

“Tidak perlu, paman, ah maksudku Tuan.”ujar Jieun, gadis berkuncir kuda ini terus merutuki kebodohannya.

“Paman? Kau bisa memanggilku paman jika kau mau, putri Aphrodite.”

Bam!

Bersamaan dengan bunyi berdebam dikediaman Hades, munculah seorang wanita dengan gaun putih gading yang panjang menjuntai. Wajahnya yang begitu cantik diselimuti kepanikan yang luar biasa, dibelakangnya ikut hadir dua orang pria yang juga berpakaian khas Yunani.

“Hentikan permainan bodohmu, Hades!”bentak si wanita cantik. “Jangan bawa putriku dalam permainan bodohmu ini!”

“Aphrodite, apa yang membawamu sampai ke dunia bawah ini, hmm? Bersama Poseidon?”tanya Hades dengan suara yang menjijikan.

“Aphrodite? Jadi, kau Eommaku?”tanya Jieun membuat wanita itu berbalik.

Betapa terkejutnya Jieun saat melihat rupa wanita dihadapannya. Ia bahkan membuka mulutnya lebar-lebar lantaran terkejut dengan apa yang ditangkap iris coklatnya.

“Park Bom Seonsaengnim?!”pekik Jieun.

-oOo-

 

Jiyeon juga Poseidon duduk bersisihan ditepi sungai Han, menatap air sungai yang begitu tenang. Jiyeon menundukkan kepalanya, rasa haru yang luar biasa menghimpit hatinya, memaksa airmatanya yang sejak satu jam tadi ia tahan perlahan turun melalui sudut mata coklatnya.

“Kau baik-baik saja, Cherise?”tanya Poseidon membuka suara.

Jiyeon hanya menganggukan kepalanya, tak mengeluarkan sedikitpun suara untuk menjawab pertanyaan Ayahnya.

“Maafkan Ayah baru bisa menemuimu.”

Deru angin berhembus bersama kemilau jingga yang memantul di dasar air, membuat semakin sendu suasana antara keduanya. Jiyeon terus mengusap airmatanya, berusaha menahan diri untuk tidak terisak di depan Ayah yang sangat ia rindukan.

“Ayah sungguh bodoh, Ayah melakukan kesalahan sampai membawamu masuk ke dalam masalah ini. Harusnya Ayah bisa mencari dan menjaga Chaera, tanpa membuatmu terluka. Maafkan Ayah.”

“Ayah tak perlu meminta maaf seperti itu. semua ini sudah kehendak Tuhan.”jawab Jiyeon akhirnya.

“Cherise, ah maksudku Jiyeon. Ayah berjanji, apapun yang terjadi, Ayah akan selalu menjagamu.”

Jiyeon tersenyum, kemudian ia menyandarkan kepalanya dipundak bidang Poseidon sementara Poseidon membelai lembut rambut panjang putri bungsu nya itu.

“Ingin pergi melihat kerajaanku?”tanya Poseidon.

“Bolehkah?”

“Tentu, kau tentu boleh melihatnya, sayang.”

“Keunde Ayah, aku ingin melihatnya bersama Hyuna Eonnie. Bisakah aku melihatnya bersama Hyuna Eonnie?”

Poseidon tersenyum, ia begitu terharu dengan apa yang dikatakan oleh Jiyeon. Putrinya itu begitu baik hati, ia bahkan memanggil Hyuna dengan panggilan Kakak, sedangkan Hyuna sudah menyerangnya.

“Kau bisa mengunjungi kerajaan Ayah kapanpun kau mau, Cherise, Ayah akan menunggumu.”

“Ayah, bisakah Ayah katakan bagaimana caraku menemukan Hyuna Eonnie?”

“Kakakmu, dia sedang ditawan oleh kawanan Ker yang memberontak. Ada seseorang yang membuat para Ker menghianati tuan mereka, dan Ayah yakin, akan semakin banyak makhluk kegelapan yang mengikuti jejak para Ker.”

“Menghianati tuan mereka? Maksud Ayah menghianati tuan Hades? Jadi, bukan Hades yang menculik Hyuna?”

Poseidon tersenyum, ia menatap wajah serius Jiyeon. Mata indah juga wajah Jiyeon mengingatkan dirinya akan Tae Hee, Eomma Hyuna. Ia sendiri juga bingung, kenapa Jiyeon justru lebih mirip dengan Tae Hee, bukan Ha Neul.

“Kenapa kau berfikir Hades yang melakukannya?”

“Entahlah, aku hanya menebak. Ker adalah pelayannya yang paling setia..”

“Yang paling setia juga bisa berkhianat, sayang.”

“Kalau bukan Hades, lalu siapa yang membuat Ker berani mengkhianati Hades.”lirih Jiyeon pelan.

“Kami, para dewa sedang mencari tahu yang terjadi. Hermes juga Apollo sedang mencarinya sedangkan Athena sedang menyusun rencana untuk melawan Ker, setidaknya, kita harus menyiapkan pasukan.”

“Apa harus ada perang? Aku tidak ingin sampai ada yang terluka..”

“Kita semua menginginkan hal itu, Cherise, semoga saja, tak ada yang harus terluka.”

Sementara Jiyeon juga Poseidon sedang berbincang, seseorang sedang memperhatikan mereka dengan ekspresi wajah marah, kilatan emosi terpancar jelas di mata salah satu dewa itu.

-oOo-

 

Aphrodite atau yang biasa dikenal sebagai Park Bom oleh Jieun kini sedang duduk berdua dengan putri kesayangannya, ia terus menundukkan kepalanya, merasa bersalah karena telah membohongi Jieun hampir satu tahun ini.

“Jadi, Seonsaengnim adalah Eommaku?”tanya Jieun sedikit ragu, ia tak tahu harus memanggil Bom dengan sebutan apa, Eomma, Seonsaengnim atau Dewi Aphrodite.

“Kau bisa memanggilku Eomma jika kau mau, Jieun.”

Jieun hanya terdiam, ia tak tahu harus mengatakan apalagi. Ia sungguh bersyukur dapat melihat siapa Eomma kandungnya, tapi juga kesal lantaran selama ini Eomma nya terus berada disekitarnya.

“Apa kau marah pada Eomma? Kau membenci Eomma?”

Jieun menggelengkan kepalanya, ia sungguh tidak membenci Bom, ia hanya sedikit kesal karena tidak mengenali Eomma kandungnya.

“Maaf jika selama ini Eomma merahasiakan identitas Eomma darimu.”

“Eomma pasti punya alasan kenapa merahasiakannya dari aku juga Appa.”

“Jadi, bagaimana keadaanmu juga Dong Wook?”

“Appa selalu mencari Eomma, ia bahkan sering kali bermimpi dan memanggil “Jenny”.”

Bom tersenyum, ada sedikit kebahagiaan yang ia rasakan lantaran Dong Wook masih mengingatnya. Yah, Bom memang dikenal sebagai Jenny Park oleh Dong Wook, mahasiswi pertukaran pelajar dari USA.

“Aku sungguh tidak bermaksud membuat Ayah mu menjadi seperti itu.”sesal Bom.

“Eomma merasa bersalah?”tanya Jieun yang dijawab anggukan kepala oleh Bom. “Eomma tidak perlu merasa bersalah, justru seharusnya Eomma senang karena Appa masih setia dan masih mencintai Eomma.”

“Terima kasih Adara, Eomma sangat senang kau mau memaafkan dan menerima kesalahan Eomma. Eomma sungguh bersalah karena meninggalkanmu, seharusnya Eomma memberanikan diri untuk menentang Zeus, harusnya Eomma mengikuti jejak Hestia untuk hidup bersama manusia dan melepaskan kehidupan Eomma sebagai Dewi.”isak tangis Bom mulai terdengar.

“Eomma tidak perlu menyalahkan diri Eomma seperti itu. mengetahui kalau Eomma terus mengawasi dan menjagaku saja, itu sudah membuat diriku sangat bahagia. Appa juga pasti senang jika ia tahu Jenny yang ia kenal hidup dengan sangat baik dan tetap cantik seperti dulu.”

“Tolong jaga selalu ayahmu, katakan padanya jika Eomma sangat mencintainya.”

“Apa Eomma tidak ingin bertemu dengan Appa? Appa pasti akan merasa senang karena Eomma menemuinya.”

“Apa Eomma tidak egois jika bertemu dengannya? Setelah menghilang selama ini?”

“Eomma bisa bertemu sebagai Park Bom, setidaknya Eomma bisa berada di dekat Appa walau sebentar.”ujar Jieun dengan senyum yang mengembang.

-oOo-

 

Pencarian terhadap Hyuna terus dilakukan. Kyuhyun sibuk melacak keberadaan Hyuna yang tercium olehnya beberapa hari lalu berada di sekitar gedung sekolah yang tak terpakai lantaran terbakar puluhan tahun lalu sementara Apollo juga Hermes sibuk mencari siapa-siapa saja yang sudah bergabung dengan Ker. Sementara Kyuhyun, Apollo juga Hermes sibuk mencari Hyuna, Jiyeon, kini sibuk melatih pengendalian airnya, bersama dengan Myungsoo juga Jieun.

Sedikit demi sedikit Jiyeon sudah mampu menarik dan melemparkan air atau membuat bongkahan es mencair, hal yang berbeda dari kekuatan Hyuna. Jika Hyuna mengubah air menjadi es, Jiyeon justru mengubah es menjadi air. Myungsoo dan Jieun juga melatih kemampuan pengendalian mereka. Apollo berusaha mengendalikan udara, karena musik yang ia keluarkan mengalir dan menyebar melalui udara sedangkan Jieun sibuk dengan panahan yang terus ia genggam.

Hampir dua minggu sejak menghilangnya Hyuna, siang itu tiba-tiba Kyuhyun berlari menemui Jiyeon, Jieun juga Myungsoo yang sedang berlatih di padang rumput – dekat kebun – milik Hades yang selalu dijaga oleh Askalafos, burung hantu yang selalu membawa kabar untuk Kyuhyun. Melihat ada sosok seseorang mendekat membuat ketiga anak dewa yang sedang berlatih itu bersiap siaga. Jieun mulai membidik sosok Kyuhyun yang terhalang kabut, sementara Myungsoo dengan belati beracun pemberian Chaerin sedangkan Jiyeon sudah bersiap dengan sebotol air untuk menyerang tamu yang datang. Dan tanpa di duga, Kyuhyun diserang oleh ketiganya. Beruntung karena Kyuhyun adalah anak dewa tertua, serangan dari bocah-bocah itu tak lantas mengenainya begitu saja, hanya lengan kiri Kyuhyun yang terkena siraman dari botol yang dipegang Jiyeon.

“Yya! Apa yang kalian lakukan, eoh!”bentak Kyuhyun.

“Seonsaengnim!”teriak Jiyeon, Myungsoo juga Jieun bersamaan.

“Joesonghabnida Seonsaengnim, kami tidak tahu kalau itu anda.”ujar Jiyeon dengan wajah merasa bersalah.

“Lalu, kau fikir siapa, eoh? Para Ker?”

“Mian, kami pikir kau adalah mata-mata dari para penghianat.”

“Sudahlah, aku membawa kabar.”

“Kabar buruk atau baik?”tanya Myungsoo.

“Apa akan ada kabar baik saat seperti ini?”sindir Kyuhyun.

“Lalu, kabar apa yang anda bawa?”

“Aku sudah tahu siapa penghinat di kerajaan.”

Tak ada satupun yang menjawab, mereka semua menunggu sebuah nama yang kemungkinan keluar dari bibir Kyuhyun.

“Amfitrit, istri Poseidon, dewi laut, ia mengkhianati Dewa Olympus.”

TBC

Daughters of Poseidon Story Four

nyimasRDA - daughter of poseidon 6

 

Daughters of Poseidon – Story Four

intro123

Author: nyimasRDA

Rating: G

Genre: fantasi

Length: chapter

Cast:

Park Jiyeon – Cherise

Kim Myungsoo – Arion

Kim Hyuna – Chaera

Cho Kyuhyun – Demon

Lee Jieun – Adara

Other

Note: FF ini real hasil pemikiranku. Don’t be a silent readers and don’t bashing! Maaf untuk persamaan karakter atau cerita, sungguh itu tidak disengaja. FF ini terlahir karena ketertarikan ku dengan Mitologi Yunani juga novel Percy Jackson.

Hallo semua readers setia FF-ku! Aku balik lagi dengan part yang (semoga) lebih menegangkan.

Sebelumnya aku mau minta maaf, karena penggunaan bahasa yang sedikit kasar disini.

Tapi, semoga itu semua yang mengurangi keinginan kalian untuk baca FF DOP ya!

Semoga kalian semua suka dan jangan lupa tinggalkan jejak. *bow*

-oOo-

Poseidon? Penguasa lautan? Tiga diantara dewa tertua? Apa kau fikir mereka ada? Jangan bodoh! – Park Jiyeon.

Seharusnya aku tidak pernah terlahir ke dunia ini. Aku sungguh ingin mati, sungguh! – Kim Hyuna.

-oOo-

 

Badai hebat terjadi sepanjang malam setelah insiden penyerangan yang dilakukan Hyuna terhadap adiknya, Jiyeon. Guntur-guntur meraung hebat dan saling bersahutan serta ratusan cahaya kilat menghiasi Langit malam. Sementara itu Myungsoo dan Jieun sedang duduk bersisihan, menatap Langit malam yang gelap mencekam.

“Menyeramkan sekali.”lirih Jieun memeluk lututnya sendiri.

“Aku rasa Zeus benar-benar marah. Kau tahu, menurutku mereka merasakan penyerangan yang dilakukan Hyuna.”ujar Myungsoo.

Keduanya kini menatap Langit malam dari atap rumah Myungsoo. Chaerin memutuskan untuk mengantar Jiyeon pulang ke rumahnya bersama Jiyong, sementara anak-anak diminta untuk tetap dirumah. Wanita bermata elang sengaja mengambil langkah ini untuk menghindarkan kedua dari mereka dari marabahaya yang mungkin saja mengintai.

Sejak insiden penyerangan itu terjadi, Myungsoo juga Jieun mulai sering merasakan mahluk asing disekitar mereka, karena itulah Chaerin khawatir dengan keadaan keduanya. Ia memutuskan untuk mengantar Jiyeon dengan pengamanan dari jubah hitam pemberian Apollo, atau yang Chaerin kenal sebagai G-Dragon.

“Kalian tunggu disini, biar Eomma yang mengantar Jiyeon pulang.”ujar Chaerin saat mereka bersiap untuk keluar.

“Tapi..”

“Tenanglah, Eomma ada jubah pemberian Appa, kami pasti akan baik-baik saja.”Chaerin berusaha keras meyakinkan anak laki-lakinya yang sangat keras kepala itu.

Chaerin sangat paham dengan apa yang akan menimpa keduanya jika mereka tetap pergi mengantar Jiyeon. Para perusak yang ingin memanfaatkan kekuatan Hyuna akan datang dan menyerang mereka. Setidaknya, jika tetap dirumah, keduanya akan tetap aman.

“Apa tidak masalah pergi dengan Jiyong?”

“Tidak, dia tidak akan bertanya yang macam-macam. Dia hanya tahu kalau Jiyeon sedang sakit, jaga dirimu selama Eomma pergi, ya.”

“Berhati-hatilah.”Myungsoo mengingatkan Chaerin.

Sementara keduanya sedang menatap Langit, kini di gunung Olympus justru sedang terjadi perdebatan sengit antara tiga dewa tertua juga dewa-dewi lainnya. Mereka sibuk dan saling menyalahkan.

“Ini sebuah kesalahan! Kau tidak seharusnya memiliki anak dari seorang manusia.”hardik Hades sambil menunjuk Poseidon tepat dihidungnya.

“Oh, jadi aku berbuat kesalahan? Lalu bagaimana denganmu, saudaraku Hades? Kau memiliki anak dengan seorang jalang!”sanggah Poseidon cepat, membuat para dewa terkejut dengan apa yang Poseidon katakan.

“Itu terjadi karena tidak disengaja.”Hades berusaha membela dirinya.

“Tidak disangaja? Menurutku itu lebih dari sekedar kebodohan, Hades. Kau yang tidak biasa minum minuman beralkohol, justru menghabiskan berkendi-kendi sake, sehingga melakukan hal bodoh itu.”

“Ah, jadi kau memiliki anak karen itu? Jangan katakan kalau kau iri padaku karena aku bercinta dengan wanita China itu, Poseidon.”

“Iri terhadap sesuatu yang menjijikan seperti itu, kau memiliki anak diluar nikah, Hades. Kau fikir aku pantas merasa iri dengan hal kotor seperti itu?”

“Kau juga sama saja! Kau juga memiliki Chaera karena hubungan diluar nikah yang kau jalin dengan si artis sombong itu.”

“Itu karena aku mencintainya. Dia yang tidak ingin aku nikahi..”

“Lalu bagaimana dengan si perancang terkenal Ha Neul? Kau juga mencintainya? Baru satu tahun setelah Kim Tae-Hee memiliki anak, Ha Neul juga melahirkan seorang putri. Kau mencintai dua wanita sekaligus? Oh, kau memang seorang playboy.”singgung Hera, ratu dewi sekaligus istri Zeus. “Apa kau sudah meniru kelakuan suamiku?”

“Hentikan Hera, kita berkumpul tidak untuk membahas masalah yang lalu.”kini Zeus mulai angkat bicara, ia memandang istrinya dengan tatapan tajam.

“Poseidon, kita semua tahu ini sebuah kesalahan. Kesalahan karena kau memiliki dua putri dari bangsa manusia, bangsa yang seharusnya kita lindungi. Kau melanggar perjanjian yang telah kita buat.”

“Yah Yah Yah, Poseidon memang salah!”ejek Hades kemudian.

“Diam kau tuan Neraka! Kau sama saja denganku! Kau, Aphrodite, Apollo, kalian semua sama!”

“Oh, jangan sama kan aku dengan kalian, setidaknya aku merawat anakku dengan baik.”ujar Hades dengan bangga.

“Kau mengambilnya secara paksa dari tangan Sandara, Hades. Kau tidak merawatnya, kau justru melatih dia untuk menjadi seorang pembunuh.”Aphrodite yang merasa sedikit tersinggung dengan apa yang dikatakan Hades kini mulai bicara.

“Jaga ucapanmu dewi tebar pesona!”umpat Hades.

“Cukup! Aku bilang cukup!”bentak Zeus bersamaan dengan petir menggelegar disetiap penjuru dunia.

Bentakkan dari Zeus lantas membuat para dewa dan dewi yang sejak tadi sibuk berdebat berhenti seketika.

“Sekarang, apa yang akan kau perbuat untuk menebus kesalahanmu, Poseidon?”tanya Zeus menatap tajam Poseidon.

“Kau ingin melimpahkan semua kesalahan ini padaku?”tanya Poseidon yang sejak tadi selalu dipojokkan.

“Tentu! Kau fikir siapa lagi yang patut dipersalahkan? Para wanita yang tergila padamu itu? bercanda!”kekeh Hades.

“Lalu bagaimana dengan kutukan yang dewa tertinggi kita lakukan?”tanya Poseidon mencoba mengingatkan.

Para dewa dan dewi yang mendatangi perdebatan itu langsung berbisik dan berseru pelan, mereka semua terkejut dengan apa yang Poseidon katakan, kemudian mengingat apa yang Zeus lakukan tujuh belas tahun lalu.

“Jika kau tidak mengutuknya, ia tidak mungkin punya kekuatan sebesar itu. Tidak mungkin putri kecilku menjadi seorang yang akan menghancurkan dunia. Ingat, kau turut andil dalam masalah ini, Zeus.”

Zeus terdiam, ia kembali teringat dengan berita kelahiran seorang anak setengah dewa di salah Satu kota di dunia. Malam itu Zeus mendapat kabar dari saudaranya, Hermes, bahwa seorang putri kecil keturunan dewa tertua telah lahir. Zeus marah besar dengan apa yang ia dengar, dan dengan emosi yang membuncah lantaran kakaknya, Poseidon melanggar janji yang telah mereka buat, ia langsung turun ke bumi dan melihat bagaimana rupa keponakannya. Ia berniat membunuh keturunan Poseidon saat itu juga, namun keinginannya terhenti saat melihat bagaimana rupa si gadis yang baru lahir tersebut. Ia tak bisa menghabisi nyawa Hyuna kecil, karena itu ia justru mengutuk Hyuna. Itulah alasan kenapa Hyuna memiliki sedikit kekuatannya. Zeus tak mengutuk Hyuna dengan sungguh-sungguh, hal itu justru membuatnya diberkati dengan sebagian kekuatan Zeus.

“Seharusnya kau membunuh gadis kecil itu, tuan Zeus, bukan mengirimkan seorang manusia untuk menjaganya.”ledek Hades.

“Hentikan semua perdebatan kalian, sebaiknya saat ini kita jaga kesehatan Cherise dan perketan penjagaan Chaera.”Athena, si dewi kebijaksanaan.

“Tenanglah, Cherise selamat.”ujar suara laki-laki yang tiba-tiba saja berdiri di tengah mereka.

“Apollo! Bagaimana kau tahu?”tanya Poseidon.

“Aku baru mengantarnya, bersama CL.”ujar Apollo yang masih mengingat panggilan sayangnya untuk Chaerin, dulu.

“Kau masih menemui manusia itu?!”pekik Zeus membuat Langit kembali berpetir.

“Tenanglah, Zeus! Aku merahasiakan jati diriku dengan baik.”

“Beraninya, kau!”

“Aphrodite! Dia juga menemui anaknya!”ujar Hades terus menunjuk dewi kecantikkan itu.

“Apa kalian sudah gila?!”bentak Zeus, ia benar-benar kesal dengan apa yang dilakukan saudara-saudaranya itu.

“Ini tidak penting, adikku. Saat ini yang paling penting adalah keadaan kedua anakku.”ujar Poseidon.

“Aku tak tahu keadaan si perusak, maaf. Aku kehilangan jejaknya, aku sudah berusaha mencarinya juga meminta bantuan burung merpati peliharaanku untuk mencarinya, tapi mereka tidak menemukannya.”

“Bagaimana jika dia masih emosi? Bagaimana jika dia menyerang manusia lain..”lirih Artemis

“Tenanglah, seseorang menjaga Chaera kita dengan sangat baik.”ujar Hades menyeringai.

-oOo-

 

Jiyeon meringkuk lemas dibalik selimut merahnya, menatap lurus dinding kamar bercat putih gading itu kemudian mendesah pelan. Ia tahu apa yang sebenarnya terjadi beberapa jam lalu, ia tahu penyerangan yang dilakukan wanita yang baru ia temui itu. Yang kini memenuhi pikirannya adalah, bagaimana bisa seorang wanita berusia belasan tahun menghancurkan akuarium besar yang letaknya jauh dari tempat mereka berdiri. Bagaimana dirinya terhipnotis dengan sensasi saat ia memandang wajah di gadis berambut merah itu dan mengapa Myungsoo juga Jieun menyembunyikan semua itu darinya? Begitu banyak pikiran yang ia rasakan.

“Cherise, anakku..”

Jiyeon mendengar dengan jelas suara seorang pria yang sering ia dengar, gadis cantik ini langsung mendudukkan tubuhnya dan memandang sekeliling.

“Siapa kau?”tanya Jiyeon lirih.

“Maafkan aku jika membuatmu harus berada diposisi ini.”

“Jangan hanya bicara, tunjukkan dirimu.”

“Maaf, Appa tidak bisa.”

“Appa? Apa kau benar-benar Appaku?”

“Ya, anakku. Aku Appamu.”

“Appa..”isak Jiyeon pelan.

“Jaga dirimu baik-baik, sayang. Percayalah, Appa akan selalu melindungimu. Appa akan melakukan apapun yang Appa bisa untuk menjagamu, juga Chaera.”

“Jangan banyak bicara! Tunjukkan dirimu! Dasar Appa bodoh!”tangis Jiyeon pecah bersama gemuruh hebat di Langit sana.

“Akan tiba saatnya kau melihat Appa, sayang. Untuk sekarang, Appa minta kau menjaga dirimu. Appa sayang padamu.”

Bersamaan dengan itu, Jiyeon merasakan tubuhnya dipeluk hangat oleh semilir angin malam yang sesungguhnya dapat membekukan tubuh. Jiyeon memeluk lututnya sendiri dan menangis dalam diam. Ia tak pernah merasa sehangat itu sebelumnya, ia tak pernah merasakan ketenangan seperti malam ini.

-oOo-

 

Kyuhyun berjalan malas dilorong penghubung antara dunia bawah yang merupakan tempat tinggal Hades dan dunia atas tempat tinggal para manusia. Telinganya dapat mendengar dengan jelas segala rintihan serta jeritan dari ujung lorong, tempat parah Roh dikumpukan.

“Hai Kharon.”sapa Kyuhyun pada makhluk berjubah hitam dan bertubuh kurus yang kini berdiri dihadapannya.

“Ah, Demon – Nama lain Kyuhyun –, apa kau dipanggil Hades?”

“Jika tidak dipanggil si gila itu, untuk apa aku kesini.”jawab Kyuhyun malas lalu kakinya menaiki perahu yang sejak tadi menjadi tempat Kharon berpijak.

Kharon adalah makhluk yang selalu membantu Hades selama ribuan tahun lalu. Ia selalu berdiri diatas perahu yang akan mengantarkan roh manusia dari tepi sungai menuju tempat mereka seharusnya berada. Kharon berteman baik dengan Kyuhyun, mengingat ia adalah putra tunggal Hades dari bangsa manusia, Kyuhyun juga sangat sering keluar masuk dunia bawah tanah untuk menemui Appanya itu. namun demikian, Kharon selalu meminta upah setiap kali Kyuhyun menyebrang.

“Kenapa tidak jalan?”tanya Kyuhyun yang kini menatap Kharon sinis.

“Kau belum memberikanku sekeping obolos – koin Yunani, Demon.”

“Hey! Aku ini anak majikanmu, kau tahu. Lagupula aku tak punya koin obolos lagi. Hades mengambil seluruhnya dariku.”

“Kalau begitu kau tidak bisa menyebrang dan menemui tuan Hades.”

“Tapi aku harus menemuinya!”

“Kau harus membayar, sama seperti roh-roh yang lainnya.”ujar Kharon sambil melirik kearah roh-roh dibelakang Kyuhyun.

“Bercanda.. aku ini manusia. Aku tidak perlu membayar seperti mereka.”

“Maaf Demon, aku tidak bisa membawamu  jika kau tidak memberikanku sekeping obolos.”

“Aku bersumpah akan mengadukan apa yang kau lakukan ini pada Hades! Kau akan menjadi makanan Cerberus – anjing kepala tiga peliharan Hades – jika tidak membawaku menemui Hades!”bentak Kyuhyun yang kini sudah kehabisan sabar.

Mendengar nama Cerberus disebut membuat Kharon bergidik ngeri, dengan terpaksa ia mengangkut Kyuhyun untuk menyebrangi sungai kematian bersama roh-roh lain. Sementara Kyuhyun hanya menatap sinis makhluk-makhluk tembus pandang dihadapannya.

-oOo-

 

Suara-suara merdu terdengar melalui telinga Jiyeon, gadis berparas cantik itu mulai menggeliatkan tubuhnya dan perlahan matanya mulai terbuka. Jiyeon tersenyum memandang Langit-Langit kamarnya. Matanya yang berwarna coklat terang menatap jam dinding berbentuk mahkota berwarna pink di sudut kamar, ini masih terlalu pagi untuk bersiap ke sekolah, jadi Jiyeon memutuskan untuk membuatkan Ha Neul sarapan.

Langkah-langkah kaki Jiyeon tak terdengar saat ia menyusuri anak-anak tangga dibawah kakinya. Gadis dengan rambut pirang ini mengulurkan tangannya dan membuatkan sarapan untuk sang Eomma tercinta. Lima belas menit kemudian Jiyeon selesai dengan masakannya dan kini di meja makan sudah tersedia dua gelas susu coklat, roti panggang juga telur mata sapi yang selalu menjadi menu sarapan keduanya. Baru Jiyeon berniat untuk membangunkan Ha Neul, wanita cantik itu kini sudah berdiri di hadapan Jiyeon.

“Eomma sudah bangun?”tanya Jiyeon yang menatap Ha Neul hangat.

“Hmm, kau membuat sarapan? Kenapa tidak tunggu Eomma.”

“Eomma pasti lelah seharian kemarin bekerja, jadi biar aku yang membuatkan Eomma sarapan, ya?”

“Ah, kau memang putri Eomma yang paling baik. Jadi, ceritakan pada Eomma bagaimana hari pertamamu di sekolah. Menyenangkan?”tanya Ha Neul.

Jiyeon terdiam, rasanya ia ingin sekali mengatakan pada Ha Neul tentang apa yang sebenarnya terjadi. Tentang pertemuannya dengan Hyuna juga tentang penyerangan yang dilakukan gadis berambut merah itu.

“Tidak ada sesuatu yang terjadi, semua berjalan dengan baik. Kau tidak perlu khawatir.”jawab Jiyeon dengan senyum khasnya.

Ha Neul hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum mendengar jawaban Jiyeon. Ada kelegaan yang ia rasakan.

“Maafkan aku, Eomma. Aku tidak mungkin mengatakan tentang apa yang terjadi. Jika kau tahu, kau pasti akan membawaku kembali ke inggris. Jika itu terjadi, bagaimana bisa aku menemukan Chaera dan menyelamatkan dunia seperti apa yang Appa inginkan.”bisik Jiyeon dalam hatinya.

Tingtong

Jiyeon mendongakkan kepalanya saat mendengar bunyi bell rumahnya berdering dengan langkah kecil gadis ini menyusuri rumahnya dan membukakan pintu untuk tamu yang datang.

“Jieun-ya! Bagaimana bisa kau kesini?”tanya Jiyeon terkejut dengan kedatangan Jiyeon yang begitu mendadak.

“Aku mengkhawatirkan keadaan teman baru ku. Kau tidak apa-apa?”jawab Jieun dengan senyum mengembang diwajahnya.

“Jangan terlalu keras, Eomma bisa mendengar apa yang kau katakan.”

“Eoh, kau tidak memberitahu Eomma mu perihal kau yang jatuh pingsan?”

Jiyeon menggelengkan kepalanya, membuat Jieun menganggukan kepalanya beberapa kali.

“Ayo masuk Jieun-ya, kuperkenalkan dengan Eomma.”tangan mungil Jiyeon menarik lembut Jieun, membuat gadis itu kini sudah berdiri di depan Haenul.

“Hallo, perkenalkan, saya Jieun, Lee Jieun. Senang bertemu anda.”Jieun memperkenalkan dirinya pada Ha Neul.

Ha Neul terdiam, ia bahkan menjatuhkan potongan roti panggang dari tangannya. Matanya mengerjap beberapa kali, tidak percaya dengan apa yang matanya lihat saat ini.

“Eomma, kau baik-baik saja?”Jiyeon memandang Ha Neul dengan bingung, begitu pula dengan Jieun.

Ha Neul menganggukan kepalanya, berharap ia bisa memberikan jawaban yang diinginkan oleh putri tunggalnya.

“Sungguh? Kalau begitu Eomma temani Jieun sebentar, ya. Aku akan bersiap-siap dulu.”lanjut Jiyeon lalu melangkahkan kakinya menaiki anak tangga.

Merasakan hal yang aneh pada Ha Neul membuat Jieun kini berdiri dengan kikuk.

“Bibi, ada apa? Apa ada yang aneh pada diriku?”tanya Jieun pelan.

“Lee Jieun? Apa kau Putri dari Aphrodite?”

Jieun memandang terkejut bukan main saat identitas aslinya terbongkar oleh seorang wanita paruh baya yang kini sedang berdiri di depannya.

“Bagaimana bisa Ibu Jiyeon mengetahui identitasku?”bisik Jieun pelan.

“Keponakanku, maksudku kau keponakan suamiku.”

“Tunggu, maksud bibi?”

“Kau pasti tahu apa yang aku maksud, Jieun-ssi.”

Baru Jieun ingin mengajukan pertanyaan lain, iris matanya menangkap sosok cantik Jiyeon yang kini sedang menuruni anak tangga.’

“Tolong rahasiakan identitasku dari Jiyeon, belum saatnya ia tahu tentang siapa dirinya juga Ayah nya.”Jieun memandang penuh harap pada Ha Neul.

“Tentu, sampai saatnya tiba, aku akan merahasiakan identitasmu.”

“Terima kasih.”

-oOo-

 

Jiyeon memandang lurus sosok gadis yang kemarin menyerangnya. Saat ini Hyuna sedang berdiri berhadapan dengan seorang laki-laki yang Jiyeon kenal. Wajah Hyuna tetap datar seperti biasa, ia tak memandang wajah laki-laki itu, sementara lawan bicaranya terus memohon untuk Hyuna pulang.

“Paman, bukankah sudah aku katakan, aku tidak ingin pulang.”ujar Hyuna untuk ketujuh kalinya.

“Tapi kau harus pulang, sayang. Aku mengkhawatirkanmu.”

“Tidak perlu khawatir, aku bisa menjaga diriku sendiri.”ujar Hyuna lalu meninggalkan Seung Won.

Seung Won memandang sedih sosok Hyuna yang kini telah memasuki halaman sekolah, sementara itu Jiyeon berjalan mendekati pria berwajah tampan itu.

“Paman.”panggil Jiyeon menarik perhatian Seung Won.

“Jiyeon-ssi.”

“Sedang apa paman disini?”tanya Jiyeon.

“Aku, aku ada urusan.”

“Paman mengenal si rambut merah?”

“Hyuna? Maksudmu Hyuna? Kau mengenalnya?”

“Ah jadi namanya Hyuna?”ujar Jiyeon dalam hatinya. “Hmm, aku mengenalnya. Dia Sunbae ku, paman.”

“Benarkah? Kalau begitu, aku bisa tenang. Jiyeon-ssi, bisakah kau menjadi mata-mataku?”

“Maaf?”

“Tolong awasi gerak-gerik Hyuna, bisakah?”

“Ah, ya. Aku akan mengawasi Hyuna-ssi. Tapi, apa hubungan paman dengan Hyuna?”

Seung Won tersenyum “Ia anakku.”

-oOo-

 

Jiyeon melangkahkan kakinya menyusuri taman Seoul International High School dengan sangat hati-hati. Saat ini ia sedang menjalankan apa yang dikatakan oleh Seung Won, mengawasi Hyuna. Dibelakang Jiyeon berdiri seorang pria dengan mata teduh yang tak memalingkan perhatiannya barang sedetikpun dari tubuh tinggi Jiyeon.

“Berhenti mengikutiku.”ujar Hyuna dingin.

“Apa, siapa yang mengikutimu? Aku..”

“Hentikan tindakan bodohmu itu. Apa perkataanku kemarin kurang jelas? Aku membencimu.”ujar Hyuna lalu berjalan meninggalkan Jiyeon.

“Kenapa? Kenapa kau membenciku?”

“Kau tidak perlu tahu alasannya.”

“Aku perlu tahu! Aku harus tahu alasan kau membenciku, sampai-sampai kau menyerangku!”

Hyuna menghentikan langkahnya. Ia mengertukan keningnya kemudian berpikir keras.

“Menyerang?”tanya Hyuna bingung.

“Eoh, kau menyerangku kemarin! Kau membuat akuarium di perpustakaan hancur dan kau menggunakan airnya untuk menyerangku.”

“Omong kosong! Bagaimana bisa aku melakukan itu?”

“Kau tidak ingat?”

“Aku bahkan tidak ingin mengingat pertemuan kita!”

Hyuna berlari meninggalkan Jiyeon yang berdiri bingung memandang kepergiannya. Seribu pertanyaan menghampiri benak Jiyeon, bagaimana bisa Hyuna melupakan penyerangan yang ia lakukan dan bagaimana bisa ia begitu membenci Jiyeon. Tanpa Jiyeon sadari di ujung taman, ada seorang pria berkacamata tebal memperhatikan dia.

 

Cho Kyuhyun pov

Aku terus memperhatikan setiap pergerakkan Hyuna juga si anak baru Jiyeon. Memandang mereka dari sudut taman sambil terus mengingat apa yang Hades katakan padaku. Fikiranku mulai melambung pada kejadian yang menimpa dua gadis ini. Bagaimana Hyuna menyerang Jiyeon yang diyakini adalah si penyelamat Dunia. Bahkan si raja neraka itupun mengakui bahwa anak baru ini adalah Cherise, putri Poseidon.

Malam itu Hades memanggilku, ia mengirimkan Askalafos – penjaga kebun Hades yang dikutuk menjadi burung hantu – kesayangannya untuk menyampaikan pesan padaku dan dengan berat hati aku harus kembali melangkahkan kaki ku memasuki gua Neraka, tempat ia tinggal.

 

Flashback on

“Hai Cerberus, apa kabar?”tanyaku setelah turun dari perahu Kharon.

Tangan kananku terulur untuk mengusap salah satu kepala makhluk dihadapanku.

“Hades ada di dalam?”

Guk!

Jawab salah satu kepala Cerberus. Aku menganggukkan kepalaku dan kembali berjalan memasuki Istana Hades. Hey! Jangan berfikir kalau istana Ayahku ini adalah istana yang suram seperti yang digambarkan oleh manusia-manusia itu, ya. Demi Kronos, Istana Hades sungguh mewah dan jauh dari kata menakutkan. Istana ini terbuat dari emas murni. Aku melangkahkan kakiku memasuki Istana mewah milik Hades, semakin masuk ke dalam semakin terdengar jelas raungan dari roh-roh manusia yang meminta pengampunan.

“Demon, sedang apa kau disini?”tanya Erinyes saat melihatku melangkah masuk. Biar kuberitahu, Erinyes ini merupakan Dewi pembalasan yang merupakan kaki tangan Hades.

“Ah, hay Erinyes, senang juga bertemu denganmu.”ujarku sedikit berbasa-basi, wanita ini masih juga tidak berubah, tak pernah berbasa-basi. “Aku harus menemui, yah, kau tahu siapa.”

“Ah, Hades ada di singgahsananya, kau bisa langsung kesana. Kau mau minum? Aku bisa meminta para Ker untuk membawakanmu minuman.”

“Oh tidak, terima kasih. Kau tidak perlu meminta para Dewa kematian itu untuk membawakan segelas darah segar untukku.”

“Oh ayolah, Ker tidak akan melakukan hal itu lagi. Aku akan meminta mereka membawakanmu jus tomat, kau mau?”

“Well, jika itu memang jus tomat.”

“Akan kupastikan mereka tidak berbuat nakal lagi padamu Yang Mulia Demon.”

Berbuat nakal? Apa menurutnya memberikan segelas darah pada anak manusia, ehm maksudku anak setengah manusia ini merupakan tindakan nakal? Apa mereka fikir aku ini seorang vampire atau apa? Dasar sial. Selesai berbincang dengan Erinyes, aku kembali melangkahkan kakiku menemui si tuan dari segala tuan dunia bawah, Hades.

Hades berdiri dengan tangan yang ia letakkan dibelakang punggungnya, menatap ribuan roh yang kini sedang merintih kesakitan karena jilatan api neraka.

“Ehem.”aku berdeham pelan, berusaha menarik perhatian pria yang usianya sudah ribuan tahun ini.

Hades menoleh, manatapku dengan tatapan datarnya namun senyuman mengembang diwajanya. Sungguh, Hades tidak terlalu menyeramkan seperti yang biasa anak-anak khayalkan. Ia bahkan cenderung tampan, sangat tampan. Hidungnya mancung dengan mata yang besar juga rambut coklat yang menghiasi kepalanya. Hades tidak memiliki mahkota kerajaan seperti Raja pada umumnya, ia hanya memiliki sebuah helm kegelapan.

“Demon, kau sudah sampai.”tanya Hades berbasa-basi.

“Well, seperti yang kau lihat.”jawabku malas. “Jadi apa yang Tuan Hades inginkan dari hamba yang hanya setengah dewa ini?”

“Oh Demon, kau terlalu kaku. Apa hidup di dunia manusia yang membuatmu seperti ini?”tanya Hades lagi. “Jadi, laporkan padaku mengenai insiden penyerangan yang dilakukan Chaera.”titahnya kemudian.

Aku menarik nafasku lalu menceritakan dengan jelas segala yang terjadi antara dua anak Poseidon, sementara Hades hanya menganggukan kepalanya. Ia terlihat seolah sangat menikmati segala cerita yang aku berikan sambil beberapa kali tersenyum licik.

“Jadi, apa yang kau lakukan setelahnya?”

Deg!

“Membawa Chaera lari.”jawabku gugup, aku tahu ia akan mengatakan ini. Dia pasti akan menanyakan apa yang aku lakukan pada Chaera.

“Hanya itu?”

“Kau mau aku melakukan apa?”aku berusaha memberanikan diriku untuk menjawab apa yang ia katakan, namun aku tak berani menjawabnya.

“Memeluk dan menghilangkan ingatannya, mungkin? Demon, dia sepupu mu, kau harus melakukan hal yang membuatnya nyaman, bukan?”senyum licik kembali terukir diwajah Hades.

Oh ayolah, aku harusnya ingat kalau Hades akan tahu apa yang aku lakukan pada Chaera. Entah mengapa setiap kali berhadapan dengan gadis itu aku selalu merasa bodoh setengah mati. Dari yang kehilangan kendari sampai si Arion dapat memasuki fikiranku dan sekarang? Aku lupa kalau Hades juga bisa membaca fikiranku, bahkan ia pasti sudah tahu apa yang terjadi sebelum hal itu benar-benar terjadi.

“Kau menyukainya?”

“Apa?”

“Kau menyukai Chaera.”

“Aku? Tidak, itu tidak benar.”

“Aku tahu kau menyukainya, Demon, terlihat jelas dimatamu.”

“Aku bilang aku tidak menyukainya, Hades.”

“Lalu kenapa kau menghapus ingatannya? Tidak ingin dia terluka atau apa?”

“Hanya.. Aku hanya tidak ingin mengacaukan rencanamu, bukankah kau yang mengatakan kalau aku harus mengawasi dan menjaga Chaera? Menurutku apa yang aku lakukan adalah salah satu dari tindakan ‘menjaga’ gadis itu.”

“Well, aku harap kau tidak berbohong padaku, Demon. Kau tahu, aku dewa kematian, aku dewa yang menurut pada manusia adalah dewa terkejam. Aku anak tertua dari Cronos, aku dapat tahu isi hatimu tanpa membacanya lebih dulu. Jangan pernah berfikir kau dapat membohongiku. Atau aku akan menghancurkan semuanya.”

Aku hanya menganggukan kepalaku ragu.

Flashback off

Cho Kyuhyun pov end

 

“Aku akan menghancurkan semuanya.”

Kata-kata itu terus terngiang dalam kepala Kyuhyun. Ia tahu benar bahwa Hades tidak mungkin main-main dengan ancamannya. Ia akan melakukan apa saja untuk melakukan apa yang dia inginkan. Meski dia harus membunuh Chaera, putri adiknya sendiri, meski akan ada peperangan di gunung olympus, meski ia harus melenyapkan anak kandungnya.

-oOo-

 

From: Baby Apollo

Kau dimana? Kita harus bertemu, ada yang ingin aku bicarakan.

 

Jieun memandang layar ponselnya yang kini menampilkan pesan singkat dari Myungsoo sementara Jiyeon yang duduk di sampingnya terus melahap kimbab yang ia pesan di kantin beberapa waktu lalu.

“Jiyeon-ah.”panggil Jieun pelan membuat gadis dihadapannya mendongakkan kepalanya. “Bisa aku tinggal sebentar? Aku perlu ke toilet.”

“Mau aku temani?”

“Tidak, tidak perlu. Kau lanjutkan saja makan siangmu. Aku tidak akan lama.”ujar Jieun lalu meninggalkan Jiyeon sendiri.

Jiyeon memandang berkeliling atap gedung sekolahan yang ia jadikan tempat menyantap makan siangnya bersama Jieun beberapa waktu lalu. Pemandangan indah menyapa iris mata Jiyeon. Suara-suara burung pipit terdengar merdu di telinga Jiyeon, membuat senyum terukir diwajah cantiknya. Namun senyumnya segera hilang saat bola matanya bertemu pandang dengan Hyuna.

“Sunbae-nim.”panggil Jiyeon.

“Kau ingin tahu kenapa aku membencimu?”tanya Hyuna pelan, matanya yang berwarna coklat tiba-tiba berubah warna menjadi hitam kelam. “Karena kau mirip Ibu, dan aku benci itu.”ujar Hyuna keras lalu berlari meninggalkan Jiyeon bersama petir yang menggelegar di angkasa.

Jiyeon terduduk mendengar apa yang dikatakan Hyuna, fikirannya kosong..

“Sedang apa disini?”tanya sebuah suara mengejutkan Jiyeon.

Jiyeon membalikkan tubuhnya, memandang seorang pria dengan pakaian serba hitam juga kacamata tebal yang bertengger di hidung mancungnya.

“Apa kau tak tahu kalau siswa dilarang memasuki atap sekolah?”tanya pria itu lagi.

“Ah, maaf. Aku hanya menghabiskan makan siangku disini.”

“Cepat kembali ke kelas jika makanmu sudah selesai.”

“Baik, Cho Seonsaengnim.”

“Apa ini, bukankah tadi aku merasakan aura makhluk hitam disini? Lalu kenapa justru Cherise yang ada?”lirih Kyuhyun setelah meninggalkan Jiyeon sendiri.

Kyuhyun berlari keras berusaha menemukan Hyuna, ia harus melaksanakan apa yang Hades perintahkan, ia harus menjaga dan mengawasi Chaera, namun hari ini tidak menemukan sosok gadis itu. segala fikiran buruk menghampiri Kyuhyun, mungkinkah mahluk-mahluk kegelapan sudah menemukan sosok Chaera dan berbagai macam pemikiran lainnya.

“Cho Seonsaengnim!”panggil sebuah suara membuat langkah Kyuhyun terhenti.

Kyuhyun menoleh dan mendapati Myungsoo juga Jieun berlari kearahnya.

“Ada yang ingin kami bicarakan.”ujar Myungsoo kemudian.

“Sedang apa kalian disini? Kenapa kalian tidak menjaga Cherise?!”bentak Kyuhyun membuat Jieun juga Myungsoo terkejut.

“Ada apa, apa yang kau bicarakan Seonsaengnim?”

“Bukankah kalian diminta Apollo juga istrinya untuk menjaga Cherise? Kenapa kalian justru membiarkan dia sendiri.”

Mendengar ayahnya disebut lantas membuat Myungsoo terkejut. Dengan sekali tarikkan ia membawa Kyuhyun menjauh dari lorong sekolah, menuju gudang gelap bersama Jieun dibelakangnya.

“Seonsaengnim sebenarnya siapa anda?”tanya Myungsoo.

“Itu tidak penting sekarang. Kalian harus pergi menemui Cherise, jaga dia jangan sampai mahluk kegelapan bertemu dengannya.”

“Katakan siapa kau sebenarnya!”bentak Myungsoo.

“Aku Demon, putra tunggal Dewa Hades. Sekarang cari Cherise dan jaga dia. Aku akan mencari Chaera.”

Myungsoo melepaskan kepalan tangannya dari kerah baju Kyuhyun, keterkejutan bukan main ia dan Jieun rasakan. Bagaimana bisa seorang putra Hades berada disekitar mereka tanpa mereka sadari.

“Tapi, siapa Cherise?”tanya Jiyeon polos.

“Demi Cronos, si anak baru, dia Cherise! Dia penyelamat dunia.”ujar Kyuhyun membuat Myungsoo juga Jieun terdiam.

TBC

Daughters of Poseidon Story Three

nyimasRDA - daughter of poseidon 4

Daughters of Poseidon – Story Three

intro12

Author: nyimasRDA

Rating: G

Genre: fantasi

Length: chapter

Cast:

Park Jiyeon – Cherise

Kim Myungsoo

Kim Hyuna – Chaera

Cho Kyuhyun

Lee Jieun

Other

Note: FF ini real hasil pemikiranku. Don’t be a silent readers and don’t bashing! Maaf untuk persamaan karakter atau cerita, sungguh itu tidak disengaja. FF ini terlahir karena ketertarikan ku dengan Mitologi Yunani juga novel Percy Jackson.

-oOo-

 

Poseidon? Penguasa lautan? Tiga diantara dewa tertua? Apa kau fikir mereka ada? Jangan bodoh! – Park Jiyeon.

Seharusnya aku tidak pernah terlahir ke dunia ini. Aku sungguh ingin mati, sungguh! – Kim Hyuna.

-oOo-

  Baca lebih lanjut

Daughters of Poseidon – Story Two

nyimasRDA - daughter of poseidon 2

Daughters of Poseidon – Story Two

Teaser – 1

Author: nyimasRDA

Rating: G

Genre: fantasi

Length: chapter

Cast:

Park Jiyeon – Cherise

Kim Myungsoo

Kim Hyuna – Chaera

Cho Kyuhyun

Cha Jieun

Other

Note: FF ini real hasil pemikiranku. Don’t be a silent readers and don’t bashing! Maaf untuk persamaan karakter atau cerita, sungguh itu tidak disengaja. FF ini terlahir karena ketertarikan ku dengan Mitologi Yunani juga novel Percy Jackson.

 

Baca lebih lanjut